maaf, G tak sempat mudik

surat idul adha 1430 hijriah – 2009 masehi

kepada yang terhormat,
mama puang, puang etta, mama aji, babba, puang-puang, daeng-daeng, andi-andi, semua keluarga di bone.

assalamu alaikum warahmatuulahi wabarakatuh
Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar walillailham. melalui surat ini G memohon maaf karena tidak sempat mudik untuk berlebaran haji atau idul adha atau idul qurban tahun ini di bone.

sebenarnya G ingin sekali berlebaran di bone, makan nasu poppo’ bikinan mama puang yang terkenal enak sekali dan makan barongko bikinan mama yang luar biasa assipa’na. tapi, sayang, takdir mengharuskan saya berlebaran di makassar tahun ini bersama ayah dan bunda.

puang pipa, addampengakka kasi’na karena tidak bisa masuk sama-sama di bone, padahal G mau merasakan masakan dengan resep ternate ta. puang pipa sudah pulang jauh-jauh dari ternate melewati ratusan atau bahkan ribuan kilo meter ke bone, sementara G yang hanya butuh melewati sekitar 180 kilo meter ke kampung halaman tidak bisa. maaf kan G puang pipa, nanti ketemu di makassar.

beberapa hari sebelumnya, sebenranya ayah dan bunda sudah punya rencana untuk pulang ke bone. apalagi ayah yang mau sekali masuk jenguk bapa baim yang sakit. ayah mau sekali pulang liat kondisi bapa baim. G juga rindu sekali. sekali lagi G hanya bisa pasrah sama takdir.

rencana matang untuk pulang ke bone pada hari kamis tidak berjalan sesuai rencana. pada hari rabu, kami berharap semua urusan akan selesai, tapi ternyata tidak. bunda yang ikut mendaftar cpns di gowa, pada hari rabu sudah bergegas mengambil kartu tes di gowa yang menurut informasi hanya terbuka dua hari, rabu-kamis (25-26/11/2009). hanays ayang, sampai di sana, awalnya informasi yang kami peroleh kalau untuk jurusan bunda nanti buka pada jam 14.00 wita. menunggu, tidak keluar juga. ternyata ada pengumuman baru kalau kartu tes pendaftar untuk bunda baru dikeluarkan pada keesokan harinya.

dari hari itu sebenarnya sudah ada keraguan. keesokan harinya, alhamdulillah sudah keluar. hanya saja, urusan bunda selesai, ada lagi tambahan agenda ayah. sepulang dari gowa, kami harus langsung ke kantor. “ah, padahal katanya ayah libur hari itu. bagaimana ini.”

ternyata ayah harus tinggal beberapa saat di kantor karena ada temannya yang harus diselesaikan urusan administrasinya. sore, kami baru pulang ke rumah. kondisinya sudah kelelahan. G liat, ayah dan bunda masih sempat bercerita soal rencana kepulangan ke bone.

pulang ke bone sore atau malam itu, besok subuh atau paling telat besok pagi, ayah harus berangkat lagi ke makassar karena harus bekerja. wah, sangat melelahkan. seandainya kami pagi bisa pulang, sampai di bone siang, ayah masih bisa memperbaiki motor vespa untuk dipakai pulang ke makassar pada hari jumap paginya. tapi, kalau pulang sore atau malam, motor vespa belum sempat di servis. bahaya nih.

akhirnya, bunda dan ayah memutuskan, “sabar saja, kita lebaran di makassar saja. kan di makassar ada ji daeng umpa. besok kita salat id di masjid baruga, terus langsung singgah di rumah daeng umpa,” begitu rencana bunda yang disampaikan kepada G.

sekitar magrib, puang pipa menelpon ayah. minta maaf puang pipa, kami tidak bisa pulang. meski G, bunda, dan ayah mau sekali, tapi ada hal penting yang tidak bisa ayah tinggalkan di makassar. jumat ayah harus masuk kantor lagi. karena katanya, ayah takut kalau hari itu teman-teman ayah juga banyak yang telat masuk kerena pulang kampung. maaf yah puang pipa.

malam hari itu, bersama bunda dan ayah, kita pergi belanja ke pasar antang. belanja perlengkapan untuk menu lebaran besok. saya liat bunda beli ayam, besar sekali saya liat ayamnya. “bikin ayam goreng untuk G,” kata bunda.

sambil masak ayamnya, kami makan malam. “eh, G nanti cepat bobo yah karena besok pagi kita mau salat id. pakai baju baru. yah nak yah,” kata bunda.

malam itu, G harus mengubur impian berlebaran di bone. meski masih kadang celotehan bayangan dan keinginan dia kalau dia di bone masih  terdengar.

“di bone sama mama aji, sama mama puang, puang etta. sama daeng mumut, daeng oca, daeng udel, daeng didin. daeng nisa juga. main sama nisa,” kata G menyebut daftar nama-nama.

ada yang luar biasa dari rencana G, kalau pulang ke bone G mau minta pancing sama puang etta. “G mau mancing.”

melalui surat ini, G menghaturkan maaf yang sebesar-besarnya. selamat hari raya idul adha 1430 hijriah. (ucapan ini hanya bisa G sampaikan melalui suara di telepon, sms, ym, efbe, dan blog ini).

addampengakka puang.

~ oleh Andi Galang Arzachel Pasinringi Pasinringi pada November 27, 2009.

2 Tanggapan to “maaf, G tak sempat mudik”

  1. tdk pa2ji puang pipa n sluruh klg dijln titang ngerti ayah G kan doyan kerja. he..he.. insya allah hr mgg puang pipa brangkat kmksr… Padahal deng ocha mn udel nunggu G seharian wlpun sdh diinfokan kl G tdk plg tp msi jg nunggu.. puang pipa kali ini ga masak cz puang pipa smp jam 2 dini hr menu kali ini adl kari aym pagi, kari kambing siang n mlm sup. tp yg pst temanx ada ktupat poppo aym n tape tumbu

  2. Assalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    Saudaraku di seluruh penjuru dunia maya,
    Tanpa terasa, untuk sekali lagi, Idul Adha telah berlalu dari hadapan kita.
    Idul Adha…
    Simbol pengorbanan ikhlas dari seseorang untuk sesuatu yang dicintainya.
    Gema perjuangan baru setelah menjalani kita simulasi perjuangan di bulan Ramadhan.
    Sebuah momentum awal, untuk kesekian kalinya, guna mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta.

    Sekarang, mari kita renungkan sejenak,
    Sudahkah kita mengorbankan ego diri kita untuk memperbaiki keadaan umat?
    Sudahkah kita mengorbankan kepentingan dunia kita untuk memenuhi kebutuhan akhirat?
    Sudahkah kita mengorbankan kehidupan maksiat kita untuk kembali memperjuangkan syariat?
    Sudahkah kita mengorbankan sebagian rizqi yang telah diberikan kepada kita untuk bersyukur atas segala nikmat?

    Ingat saudaraku,
    maut dapat menjemput kita dimanapun dan kapanpun,
    seperti kita lihat telah dialami oleh hewan-hewan ternak ketika Idul Adha.
    Untuk itu, apabila kita belum mewujudkan rasa syukur kita,
    MARI KITA “BERKURBAN” SESUAI DENGAN KEMAMPUAN KITA SEKARANG JUGA!

    Ketahuilah saudaraku,
    The man who seeks the world
    will get nothing except fading shadows.
    But…
    The man who walks the path of heaven
    will rule over everything.
    yang intinya, gunakanlah duniamu untuk akhiratmu!

    Selamat hari raya Idul adha.
    Semoga Allah memberikan keikhlasan dan kekuatan kepada kita untuk berkurban.
    Dan semoga setiap pengorbanan yang kita lakukan dibalas dengan sebaik-baiknya.

    Mohon maaf jika ada perkataan yang salah atau kurang berkenan.
    Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya, jazakallah.

    Wassalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    http://eramuslim.com/nasihat-ulama/ustadz-fathuddin-ja-far-meneladani-konsep-pembangunan-nabi-ibrahim.htm
    http://hizbut-tahrir.or.id/2009/11/24/tunduk-dan-berkorban-demi-tegaknya-syariah-dan-khilafah/
    http://muslim.or.id/

    _____________________________________
    INDONESIA GO KHILAFAH 2010
    “Begin the Revolution with Basmallah”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: