lulus tk melati, G siswa favorit

•Desember 4, 2013 • 1 Komentar

G pulang ke rumah dengan kegembiraan membuncah. dua bingkisan berbungkus kertas kado diperlihatkannya. satu berisi buku tulis, satunya lagi berisi tempat pinsil.Image

“G jadi siswa favorit. ini hadiahnya,” kata G seraya memperlihatkan buku tulis yang masih tersusun rapi dalam bungkus plastik kemasan.

pastinya saya heran, kok siswa favorit. bukannya rangking? ternyata, di sekolah tk melati tidak ada predikat rangking yang diberikan kepada siswa saat acara penamatan sekolah. yang ada hanya siwa favorit.  

yah, hari itu, G baru pulang mengikuti acara perpisahan sekolahnya di tk melati, kabupaten gowa. acara perpisahan dilaksanakan di gowa discovery park (gdc), benteng somba opu.

maaf G, karena ayah tidak bisa menemanimu saat bertamasya di acara perpisahan karena ayah harus bekerja. tapi alhamdulillah, bunda ada bersama G.

rasa penasaran tentunya masih jadi tanda tanya besar, apa dasar penilaian siswa favorit. apakah ada pemilihan? kalau ada, siapa yang pilih dan apa parameternya?  rangking, tentunya familiar bagi kita semua mengenai tolok ukurnya karena berdasarkan nilai yang tertera dalam buku rapor. jika nilainya paling tinggi di antara semua siswa, tentu dia yang dapat predikat rangking 1. begitu seterunya.

predikat favorit biasanya melibatkan orang banyak untuk menentukan pilihan. penjelasan bunda dari keterangan guru-guru G saat perpisahan, yang memilih adalah para guru. dari musyawarah para guru, disepakati empat orang siswa yang dapat predikat siswa favorit, termasuk G. tentunya penilaian sangat subjektif, berdasarkan apa yang dilihat dan dirasakan para guru.

berdasarkan cerita bunda, dari penjelasan guru G, siswa yang dapat predikat favorit karena dinilai baik dalam berperilaku.  supel bergaul dengn teman dan guru, tidak suka ribut pun berkelahi dengan teman, berperilaku sopan. bukan kepintaran dalam kelas yang menjadi penilaian utama. karena dalam penilaian saya, G biasa-biaa saja dalam mengikuti pelajaran. dibandingkan ayah waktu sekolah, G memang lebih cepat pintar membaca karena tk sudah bisa membaca. kalau ayah dulu, masuk sd baru bisa membaca.

sesuai standar siswa tk. sudah bisa menghafal beberapa doa-doa pendek, bisa membaca, menghitung, dan lain-lain. biasa-biasa saja. apalagi soal disiplin, wah G banyak bolos dan terlambat. karena rumah jauh dar sekolah dan banya meliburkan diri kalau pulang ke bone… hehehe.

sebagai orang tua, pastinya bangga dengan prestasi siswa favorit dengan dasar penilaian itu. tentunya G bisa menyerap pelajaran etika dan moral yang diajarkan gurunya dan kami di rumah.

menurut saya, apa yang dicapai G jauh lebih hebat dibandingkan dengan rangking yang biasa disematkan kepada siswa pintar. moral dan etika lebih penting. semoga G tetap memepertahankan apa yang sudah dicapai dan tetap menjadi “favorit” dimanapun dia berada. selamat atas hadiah buku tulisnya.

juara lomba makan kerupuk

Imagehadiah tempat pensil didapat dari mana? ternyata G mendapat prestasi sama seperti ayahnya… hehehehe. juara lomba makan kerupuk.

Sekadar informasi saja, tahun 2006, saat masih di tribun batam, ayah juga juara 1 lomba makan kerupuk. Saya bocorkan rahasia bagaimana caranya agar bisa juara makan kerupuk. mau dong juara…

ada teknik dan trik khususnya. dengan permainan gigi dan bibir. begini caranya. kerupuk biasanya diikat dengan seutas tali dengan penggantung yang juga biasanya dari tali. bahan tali sengaja dipilih karena membuat peserta akan semakin repot menangkap kerupuk dengan mulutnya. kerupuk mudah bergoyang. panitia pun kadang jahil dengan menggoyang-goyangkan tali sehingga peserta semakin kesulitan menangkap kerupuk deengan mulut apalagi memakannya.

tapi itu bukan masalah, jika kita menjalankan strategi, tips, dan trik saya. Caranya bagaimana? “sergap” kerupuk dan langsung digigit. jangan dilepas. bibir depan menjepit kepuruk, sementara gigi bagian dalam mengunyah. sehingga, kerupuk tidak pernah lepas dari mulut atau terus diemut. meski ada angin dan panitia menggoyang kerupuk, pertahankan agar tidak lepas. air ludah dalam mulut, akan membuat kerupuk semakin lengket dan lembut, sehingga memudahkan untuk dikunyak dan dipertahankan posisinya dalam mulut.

trik inilah yang saya pelajari dan mengantarkan saya menjadi juara 1 lomba makan kerupuk dalam rangka perayaan 17 agustus serta ulang tahun tribun batam…. heheheheh.

anda bisa mencoba trik ini.

tapi, saya tidak tau bagaimana trik yang dilakukan G memenangkan lomba. memang, kalau soal makan, G paling jago. kuat makan… hehehehe. itulah salah satu alasan sehingga guru dan lawan tandingnya pun ikhlas dikalahkan oleh G. wong memang badannya besar dan kuat makan…heheheh. tapi sejujurnya, saya belum pernah menceritakan strategi dan trik saya kepada G. atau mungkin juara makan kerupuk sudah genetik atau keturunan kali yah…hehehe.

selamat G. kamu lebih hebat dari ayah karena ayah mencapai prestasi sebagai juara lomba makan kerupuk pada usia hampir 30 tahun, sementara G pada usia 6 tahun. hebat. semoga, G tetap menjadi “pattiro palallo”.

ingin jadi orang kaya

•April 15, 2012 • 12 Komentar

“ayah, G ingin jadi orang kaya”

apakah anda kaget kalau tiba-tiba anak anda mengeluarkan kata-kata seperti itu? jika anda sama dengan saya, artinya anda kaget. karena sungguh saya kaget dan tidak menyangka G akan mengeluarkan kalimat itu dari bibirnya yang diiringi senyum.

matanya berbinar saat mengucapkan itu. karena  merasa kurang yakin, saya tepikan mobil di pinggir jalan dan kembali bertanya, “G bilang apa tadi.” dengan nada meyakinkan, G mengulangi lagi, “G mau jadi orang kaya.”

kenapa? itu pertanyaan besarnya. mulailah G berceloteh mengenai alasan atas keinginannya. “G mau beli rumah. mau juga beli mobil baru lagi.” apakah cuma itu? yang paling membuat saya menjadi bersyukur adalah karena dia punya keinginan mulia kalau dia menjadi kaya.

“kalau ada orang lapar, kita kasi uang beli makan ayah. ada orang minta-minta, kasi juga,” tutur G dengan mimik meyakinkan. “kalau ada orang sakit,” tanya saya. “dikasi juga. G tidak boleh sombong ayah,” kata G.

dari mana pula G dapat cerita ini. mungkin dia dapatkan cerita itu waktu di sekolah karena cerita itu terlontas saat saya membawanya pulang setelah menjemputnya dari sekolahnya di tk melati, sungguminasa, kabupaten gowa, sabtu (14/4/2012). tapi, saya juga ragu, tak mungkinlah di sekolahnya gurunya mengajarkan hal-hal rumit itu. tapi tak masalah, dari mana saja asalnya pengetahuan dalam kepala dan keinginannya, saya pikir juga bukan keinginan yang salah.

sampai di rumah, cerita itu lebih disempurnakan saat bercerita kepada bundanya. kami (bunda dan ayah) menyambut ceritanya dengan senyum. kami anggap itu sebagai doa. amin, semoga tercapai keinginannya anakku.

selama ini, memang banyak keinginan G yang cukup fantastis bagi kami saat ini. dari penampilan, dia sangat memerhatikan pakaiannya. bunda sempat bilang, sangat bergaya. pakai sepatu, kaca mata, jam tangan, dan lain-lain yang membuatnya terlihat gagah. pastinya beda dengan ayahnya yang cenderung rantasa…hehehe. mengenai gaya G yang selalu mau tampil parlente menjadi candaan keseharian bunda. “ayahnya kalah gagah dari anaknya…hehehe,” kata bunda suatu waktu. yah pastilah, anaknya harus lebih ganteng. kan perbaikan keturunan…hehehe. kalau sama, tak ada peningkatan namanya.

G juga punya keinginan untuk punya mobil suv. paling dia idolakan adalah toyota fortuner. mungkin saya sudah ceritakan di bagian lain dalam blog ini, kalau keinginannya itu sudah sangat membuncah. apalagi kalau fortuner putih, paling jadi idolanya.

nah, waktu mau beli mobil, akhirnya warnanya saja dulu yang disamakan. sama-sama putih, hehehe… “G, kita beli xenia saja dulu. nanti kalau uangnya sudah banyak, baru kita beli fortuner.” begitu kalimat kami waktu meyakinkan G. diapun memilih warna putih sesuai warna impiannya. jauh sebelum rencana itu, G punya tabungan (tas penyimpanan uang) yang katanya mau dia simpan untuk beli mobil fortuner. amin, keinginan yang cukup tinggi dengan kondisi kami sekarang. tapi, tak ada yang tidak mungkin. insya Allah….

keinginan G dalam satu tahun terakhir ini lagi adalah selalu menunjuk rumah di citraland, di jalan hertasning baru milik ciputra. salah satu perumahan elit yang ada di sulsel saat ini. dari depan perumahan itu memang terlihat sangat mewah. melihat dari brosur harganya, memang luar biasa dengan fasilitas yang ditawarkan. “Ayah, bunda, G mau beli rumah di sini.” begitu kata-kata G setiap melewati perumahan itu.

hampir tiap hari dia ucapkan kalimat itu dengan melihat perumahan citraland tiap kali kami lewat di situ. apalagi di situ menjadi jalur utama G kalau berangkat dan pulang ke sekolah. semua mimpi indah yang insya Allah akan kamu dapatkan anakku.

satu yang paling utama dari cerita G hari ini adalah, G tidak akan sombong dan tetap akan menjadi orang yang pemurah. itu yang paling tinggi nilainya. ayah dan bunda berdoa, semoga keinginan G tercapai. apakah nanti ayah yang memenuhi atau G yang nanti menggapainya sendiri. amin

********

ada cerita yang kadang saya “dongengkan” kepada adik-adik, teman, atau keluarga dengan nada bercanda. obrolan kalau sekiranya melamar kerja dan meminta gaji. kalau tawar-menawar gaji, minta memang mi yang tinggi. misalnya, standar yang ditawarkan 2 juta, minta 4 juta. pastinya orang perusahaan bertanya, kenapa tinggi sekali. bukankah 2 juta sudah cukup untuk anda yang masih hidup sendiri?

yah, untuk ukuran saat ini (tahun 2012 di makassar) gaji seseorang yang masih sendiri dengan 2 juta sudah cukup. tapi, apa yang saya pakai untuk traktir calon ibu anak saya? apa yang saya sumbangkan kepada orang tidak mampu? apa yang saya sumbangkan untuk pembangunan masjid dekat rumah saya? apa yang saya sumbangkan untuk membantu sekolah anak yatim dan anak tidak mampu?

horeeee…. G masuk sekolah

•November 28, 2011 • 10 Komentar

semangat pagi…

bangun lebih pagi, mandi, sarapan, dan berangkat…. selasa (12/07/2011) G begitu semangat. wajar saja, karena hari itu adalah merupakan hari pertama dia akan menginjakkan kaki ke sekolah. tonggak dasar dia mengenal seseorang yang berstatus guru dan dia disematkan status sebagai murid.

jarum jam belum lagi menunjukkan pukul 07.00 wita pagi itu, kami sudah bergegas. mungkin untuk pertama kalinya bunda ke kantor sepagi itu. semangat G yang membuat bunda dan ayah lebih cepat bergerak.

saat mandi, tidak lupa kaia sampo dan sikat gigi. ritual itu dilakoni G lebih lama karena katanya dia harus harum sampai di sekolah. hari itu, dia memakai seragam barunya. baju warna biru muda dipadankan dengan celana selutut berwarna biru tua.

tas ransel warna hijau hadiah dari mama aji dipakai. di dalamnya tentu saja sudah lengkap dengan beberapa kue dan makanan di kotak. setelah sepatu putih hadiah dari mama aji juga dipasang, bersama si honda supra fit yang selalu setia untuk kami tunggangi, meluncur ke sungguminasa.

brum…brum…brum…

jalan masih cukup lengang membuat saya bisa jauh lebih cepat dari biasanya. hanya butuh sekitar 15 menit kami sampai di sungguminasa, gowa. pertama mengantar bunda ke kantornya di dinas sosial dan tenaga kerja, pemkab gowa. selanjutnya ke sekolah G di taman kanak-kanak melati yang berjarak sekitar setengah kilometer dari kantor bunda.

semangat G membuahkan hasil. dia menjadi siswa pertama yang tiba di sekolah pagi itu (hingga ayah menulis kisah ini, senin (28/11/2011), itu adalah sejarah yang belum pernah terulang). luar biasa.

foto-foto dengan berbagai pose dimanfaatkan sebagai momen yang tidak boleh terlewatkan di hari pertama sekolah itu. mata bengkak G masih terlihat jelas. yah, hari ini sebenarnya sangat jauh dari kebiasaannya yang biasa bangun pukul 8. hari itu dia bangun sekitar pukul setengah 6 pagi. semangat ’45 ces….hehehe.

mencoba semua media permainan dan berseragam seolah menjadi kisah baru yang membuat G begitu bersemangat.

********

tetap semangat dan bergembira anakku. kami berharap, dua hal itu tetap melekat saat engkau kami lepas menempuh jalanmu. tak hanya untuk G, tapi itu momentum bersejarah juga untuk kami. ini adalah langkah awal kami sebagai orangtua untuk memersiapkan mental melepasmu anakku. ini sebagai langkah awal kami untuk menyadari bahwa esok hari kelak, mungkin G akan pergi jauh mengejar mimpi. mengejar harapan. menggapai masa depan yang gemilang. kami harus belajar untuk rela. memercayakan G memelajari hidup di lingkungan berbeda, memercayakan pembelajaran pada seseorang yang dipanggil guru, dan survive pada lingkungan yang sama sekali asing bagimu anakku. G harus bertahan. banyak anak seusiamu, anak yang mungkin lebih besar, dan bisa jadi lebih “garang” dari lingkungan kamu kenal selama ini. yah, ini adalah langkah pertama karena selama ini G dikenal sebagai anak rumahan. mainnya hanya di rumah, kalau dia keluar rumah pasti bersama kami, bunda atau ayah. di lingkungan dekat rumah di delta mas juga G tidak terlalu bergaul karena lingkungannya memang seperti itu. ini adalah hari pertama G belajar hidup di lingkungan baru. bagaimana caranya bertahan hidup. yah, kami juga belajar. belkajar untuk memberikan G kepercayaan bahwa engkau mampu anakku.

*************

sehari sebelumnya, senin (11/07/2011), sebenarnya adalah hari pertama G mengenal sekolah taman kanak-kanak tk melati itu. tk yang menjadi pilihan kami dan tentunya G. “G mau sekolah di sini. banyak tempat mainnya, luas. banyak pohon. G suka di sini,” kata G saat kami membawanya ke sekolah itu. kala itu, kami semacam mensurvei beberapa sekolah tk di sungguminasa, kabupaten gowa yang akan kami jadikan sebagai sekolah G.

pilihan kesukaan G menjadi alasan kami mendaftarkan G ke taman kanak-kanan binaan pkk gowa itu. alasan yang lebih meyakinkan kami adalah sekolah itu adalah binaan ibu-ibu pkk gowa, tentunya dapat perhatian lebih dari pemerintah atau dipantau dengan baik oleh sistem yang ada di daerah itu.

alasan lain adalah karena sekolah itu cukup dekat dari kantornya bunda, meski bukan yang paling dekat, karena itu yang menjadi pilihan strategis rencana kami. kalau dipertanyakan, kok tinggal di makassar, tapi sekolahnya di gowa? nah, itulah pilihan kami karena kesepakatan bunda dan ayah bahwa G masih harus dalam pengawasan bunda. sebagai pns, dibandingkan dengan ayah yang banyak kerja di luar kantor, tentunya bunda punya lebih banyak waktu menjaga G sepulang sekolah.

pilihan G banyak pohonnya, juga saya sepakat. karena di dekat tk melati itu memang banyak pohon besar. memang wajar, karena tk melati seolah berada dalam satu komplek dengan rumah jabatan bupti gowa. dia berada dalam gerbang rumah jabatan, sehingga tidak berada di dekat jalan besar. itupula yang menjadi alasan kami semakin menebalkan keinginan menyekolahkan G di tk melati itu. kami bisa lebih merasa aman karena pengendara tentunya jarang yang melaju kencang di jalan depan sekolah. tentunya juga alasan keamanan karena berada di lokasi itu.

ada satu alasan lagi bahwa biaya bersekolah di situ terjangkau bagi kantong kami saat itu. uang masuk hanya sekitar 500 ribu. sudah masuk uang pendaftaran, plus empat pasang baju seragam sekolah untuk G. uang bulanan rp 50 ribu. jika saat itu, mungkin jarang atau tidak ada di makassar yang sekolah tk uang bulanannya 50 ribu. mungkin G juga mengerti penghematan sampai dia memilih sekolah itu yah…hehehehe.

hari senin itu, saya mengantar G bertemu dengan gurunya. mendaftar ulang, sekaligus melunasi sisa pembayaran uang masuknya. sekalian mengepaskan baju seragam yang sudah disiapkan. alhamdulillah, ukuran baju yang sudah dipersiapkan, pas di badan G. G senang pastinya. “G sekolah ayah.”

memang beberapa waktu belakangan itu G sangat bersemangat ingin bersekolah.

sebenarnya dulu kami ada pilihan sekolah untuk G. penitipan anak milik pemprov sulsel di toddopuli. tapi, ternyata setelah G melihat tk melati, pilihannya jatuh ke situ. syukur juga sih, karena kalau di toddopuli kami akan lebih repot mengantar dan menjemput dia sekolah nantinya.

********

hari pertama sekolah di hari selasa itu, semua serba baru dan pertama kalinya. G diajar berbaris, bernyanyi yang liriknya baru di dengar (kalau lagunya anang dan syahrini pastinya G tau…hehehe), dan tentunya ruangan kelas yang masih asing.

beruntung G senang dan bersemangat menjalani semuanya.

selamat belajar anakku…..

“burung”

•Januari 9, 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

“kenapa G sama ayah punya burung”

pertanyaan itu menggelitik ayah pagi ini. G tiba-tiba melontarkan pertanyaan itu. pertanyaan yang muncul dari pemikiran kreatifnya…. hehehe, bagaimana menjawabnya.

sejenak saya tergagap. saat itu memang saya sedang mandi dan G membuka pintu kamar mandi. mata jenakanya bermain indah. “iyah ayah. ini burungnya G, ayah juga punya burung,” tambah G.

G memang masih bertelanjang karena barusan mandi. sebelum dia bertanya lebih lanjut, “kenapa burungnya G tidak sama dengan burungnya ayah (hehehehe….),” saya harus jawab cepat.

“G kan laki-laki. ayah juga laki-laki, jadi punya burung. bunda ayah burung tidak?” tanya ayah balik.

“tidak ada,” seraya dia berlari ke arah bundanya untuk memerjelas apakah dia punya burung atau tidak. jawaban bundanya G sampaikan sama ayah dengan tegas. “tidak ada ayah.”

“karena bunda perempuan. ade’ ali ada burung tidak?”

“ada.”

“daeng fadli sama daeng umpa ada burung?”

“ada.”

“karena dia laki-laki. kalo daeng mumut sama daeng nisa ada burung tidak?”

“tidak ada.”

“karena dia perempuan sama dengan bunda?”

sambil mandi saya menjelaskan burung dan bukan burung….heheheh. (itupun sambil mandi). mudah-mudahan penjelasan ayah bisa dimengeri G yang coba saya sampaikan sesederhana mungkin.

untuk selanjutnya mungkin masih akan banyak pertanyaan-pertanyaan kritis yang lebih rumit. yah, bisa saja pertanyaan lanjutan, kenapa laki-laki punya “burung” dan perempuan punya “titit”. apa gunanya? atau masalah gender, patriarki, dan lain sebagainya.

cukuplah pelajaran hari ini, minggu (9 januari 2011) mengenai “burung”.

kira-kira kapan G akan menyakan, “kenapa burung ayah dan G beda?”

 

tahun baru 2011

•Januari 9, 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

G ayah minta maaf karena tidak bisa memenuhi janji dengan baik pada malam pergantian tahun 2011. ayah tidak mengetahui bagaimana kondisi hatimu yang sebanarnya anakku, tapi syah pastikan ada kekecewaan.

bayangan perayaan tahun baru sama ketika malam pergantian tahun 2010 lalu, tidak bisa ayah penuhi dengan baik. tahun sebelumnya, G melewati malam pergantian tahun di hotel santikan, jalan sultan hasanuddin makassar dengan penuh kesan.

bersama teman-teman kantor ayah, G menikmati sajian musik dan pesta kembang api dari hotel berbintang itu. yah, acara yang diadakan teman-teman kantor ayah.

pada tahun ini, perayaan malam pergantian tahun sudah direncanakan di salah satu penginapan di makassar. tepatnya makassar cottage. semua rencana sudah di susun.

rencana itu pun sudah saya sampaikan kepada G dan bunda bahwa malam nanti kita akan melewati pergantian tahun bersama teman-teman kantor ayah. sekaligus silaturrahmi untuk lebih mengakrabkan keluarga rekan kerja ayah.

acara tahun baru 2011 ini dirancang dengan suasana lebih akrab. kalau dulunya semua sudah disediakan pihak hotel, kali ini kita menyiapkan satu acara khusus untuk memberikan kesan lebih santai dan sederhana. tujuannya biar suasana lebih cair. yaitu, pesta bakar-bakaran ikan.

malam pergantian tahun 2011 bertepatan dengan jumat malam. G saya ajak masuk kantor. di kantor, G sudah mewacanakan dengan teman-teman kantor ayah kalau dia akan melewati malam pergantian tahun di hotel. “malam tahun baru di hotel, ada terompet sama kemvbang apinya,” celoteh G dengan bangganya kepada teman-teman kantor ayah.

biasanya, pada siang hari G saya bawa ke kantor bunda, namun hari itu bunda ada acara dengan teman-temannya. jadilah G tinggal di kantor ayah sampai sore. akhirnya kita memutuskan, tidak usah pulang ke rumah, nanti dari kantor kita langsung ke tempat acara malam tahun baru.

bunda menunggu di kantor lamanya, di salah satu tempat bimbingan belajar di jalan cenderawasih (jilc) yang kebetulan lokasinya juga di dekat kantor ayah. karena ayah masih harus melanjutkan pekerjaan, G saya bawa ke bunda. “sebentar saya jemput, saya selesaikan dulu pekerjaan,” kata saya.

mungkin firasat G sudah ada tanda-tanda kegagalan. waktu saya mau tinggal, G sempat marah dan dia maunya sudah langsung ke hotel. hanya saja, minta maaf anakku, kondisi bunda yang katanya pusing sepertinya perlu istirahat sejenak dan ayah juga masih harus menyelesaikan tanggung jawab, memastikan semua pekerjaan aman dan lancar. ayah harus balik kantor.

pukul 10 malam, baru saya bisa memastikan kalau semuanya sudah oke. malam itu, jalan di depan kantor ayah, jalan h bau, macet parah. maklum, jalur itu merupakan jalan utama menuju pantai losari. setiap tahun, di pantai kebanggan warga makassar itu digelar pesta kembang api, itulah tujuan ribuan atau bahkan puluhan ribu warga makassar pun daerah lain menuju titik itu.

saya jemput dulu bunda dan G dari jilc. “saya jalan kaki, motor masih di kantor. biar lebih gampang, nanti kita langsung dari sana,” kata saya. jadilah bunda dan G ke kantor ayah dulu. jalan masih macet.

satu jam berlalu, tanda-tanda kemacetan akan berhenti tak kunjung datang, malah semakin parah. “ah, kita tembus saja. kalau terus di sisni tidak jalan-jalan ini orang,” kata saya.

kamipun mulai mengikuti arus menuju pantai losari. rencananya, dari ujung jalan h bau, kami akan berbelok ke kiri, tidak ke losari, untuk menuju lokasi acara malam pergantian tahun. G terlihat sangat gembira.

satu jam kami berjibaku dalam kemacetan, ternyata hanya bisa memabwa kami sampai di ujung persimpangan jalan. macet total. semakin di perparah lagi saat detik pergantian tahun tiba.

pengguna jalan, meninggalkan kendaraannya di tengah jalan dan berjalan kaki menuju pantai losari. kamin yang tidak bertujuan ke losari jadilah terjebak. motor tidak bisa bergerak. gemerlap cahaya berpendar di angkasa dengan letupan bersahut-sahutan menambah semarak malam pergantian tahun itu. beberapa saat, G terlihat menikmati pendar-pendar cahaya kembang api itu. namun, sesekali dia teringat, “ayah ke hotel.”

beberapa teman sudah menelpon, sudah dimana posisi. kapan sampai. masalah terbesarnya saya terjebak macet. satu jam berlalu, kendaraan belum juga bergerak. akhirnya, sekitar dua jam kami terjebak di lokasi itu.

tak terhindarkan, pendar cahaya kembang api yang begitu indah tidak bisa mengalau rasa bosan G. dia mulai mengantuk.

dengan perjuangan keras, akhirnya kami bisa menembus kemacetan menuju ke lokasi acara. di atas motor, G sudah tertidur pulas. sampai di lokasi, G langsung kami baringkan di kamar. maafkan ayah anakku, semua di luar kasa ayah. mungkin ayah kurang tepat dalam berencana, tapi tangung jawab menuntut ayah harus mengundur waktu. maafkan ayah anakku.

di loakasi acara yang tersisa hanya beberapa orang, kepala biro seputar indonesia bang mukhramal azis bersama istri yang masih terjaga. sementara dua nakanya, reva dan diva sudah pulas tertidur bersama pengasuhnya di kamar. masih ada hatta (it) dan pacarnya, rudi, rizal, dan anto (it). hanya beberapa orang yang tersisa.

“sudah pulang mi,” kata bang mukhramal. yah, tak masalah karena saya harus bagaimana, semua di luar kuasa saya. tidak beberapa lama bang mukhramal pulang. alunan suara dari penyanyi perempuan yang berkaraoke di depan layar lebar menjadi penghibur.

beruntung G terbangun. terompet menjadi sasaran. meski terlambat, dia terlihat gembira meniup terompet-terompet berbagai bunyi dan jenis itu. mudah-mudahan kekecewaan bisa sedikit terbayar. G masih terlihat ceria dan semangat.tidak beberapa lama, hatta (redaksi) datang menyusul.

hanya sayang, kondisi bunda tidak memungkinkan untuk berlama-lama. kami hanya sebentar dan harus melangkah pulang.

sekali lagi, maafkan ayah anakku. mudah-mudahan dengan segala kekurangannya, G bisa tetap terkesan dengan pesta peralihan tahun ini. bertahun baru di atas motor sambil menikmati indahnya pesta kembang api di pantai losari.

happy new year 2011 G…..

garuda di dadaku

•Januari 9, 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

“garuda di dadaku, kuyakin, hari ini… pasti menang”

sepenggal lagu band netral yang merupakan soundtrack film dengan judul lagu yang sama “garuda di dadaku” menjadi lagu andalan G akhir-akhir ini. G kadang minta untuk di naikkan di pundak ayah sambil bernyanyi dengan tangan dikepal menyanyi layaknya suporter sepak bola.

pastinya, untuk menyanyikan lagu itu, G harus naik ke tempat tinggi, seperti kursi atau berdiri di jok motor yang terparkir. akhir tahun 2010, tepatnya sepanjang bulan desember, nasionalisme G begitu membuncah.

wajar memang. lagu yang dibawakan dalah satu band cadas di ini begitu populer seiring dengan semangat nasionalisme bangsa ini. tontonan televisi pastinya memengarugi wacana dan isu G.

tim kebanggaan indonesia memerlihatkan prestasi yang luar biasa sepanjang perhelatan piala AFF 2010. mulai babak penyisihan, tim  merah putih menggulung lawan-lawannya. baju-baju kostum tim nasional indonesia dan bahkan dalam desain yang berbeda bergambar garuda “mewabah”. laku keras di mana-mana.

G termasuk salah satu warga negara indonesia yang terbawa dengan euforia kebanggan tim merah putih, melaui aksi rahman utina cs di lapangan hijau. nasionalisme G mengitu memengaruhinya.

G tiba-tiba sangat doyan bermain bola, diselingi dengan berdiri tegap sambil mengacungkan tinju ke udara seraya bernyanyi, “garuda di dadaku, kuyakin, hari ini… pasti menang””garuda di dadaku, kuyakin, hari ini… pasti menang”

mungkin G belum paham sepenuhnya dengan makna sebenarnya akan nasionalisme indonesia. hanya saja, momentum ini ayah harap menjadi cikal bakal bibit semangat nasionalisme dalam dada G, garuda di dadaku.

meski indonesia gagal dalam ajang AFF 2010 kali ini, setidaknya sudah membakar jiwa nasionalisme indonesia yang beberapa tahun ini mengalami krisis. partai final yang memertemukan indonesia melawan negeri tetangga malaysia, indonesia harus kalah. namun, kekalahan yang dibungkus dengan kegembiraan.

pada leg 1 final piala AFF di stadion bukit jalil malaysia, tanggal 26 desember,  tim merah putih harus kalah dengan skor telak 0-3 dari tuan rumah. indonesia masih punya harapan, masih bisa, pun harapan kemenangan yang menyertainya terus membahanan menjelang pertandingan leg 2 tanggal 29 desember di stadion utama gelora bung karno, jakarta.

nah, ada yang menarik, tak hanya G, ayah yang sebelumnya tidak terlalu tertarik mengikuti perkembangan tim nasional, sepanjang laga pila AFF ayah begitu antusias. semangat itu semakin kuat saat kantor ayah menggelar event mengumpulkan tanda tangan untuk semakin memberikan support dan doa bagi kemenangan merah putih. ayah begitu semangat menyebar spanduk untuk ditandatangani warga kota makassar. garuda di dadaku, ewako indonesia.

hanya sayang, anak asuh Alfred Riedl harus mengakui keunggulan racikan tim pelatih malaysia, raja gopal. meski indonesia menang 2-1, tak mampu mengantarkan tim jagoan G menang. Indonesia kalah agregat gol. Indonesia kalah, tapi dibalik itu, indonesia tetap “menang” dengan mampu menjadikan piala AFF sebagai momentuk perekan persatuan bangsa.

suporter yang bisasanya “berantem” malam tanggal 29 desember semua bersatu dalam semangat ke-indonesia-an. semua bersatu. positifnya lagi, suporter merah putih menunjukkan sportifitas yang luar biasa. fair play dan menerima kelahan dengan sabar.

G anakku, sengaja ayah menulis kisah ini, semoga momentum ini juga terpatri dalam hati G untuk semangat nasionalisme. Indonesia.

G akan tumbuh bersama beberapa generasi masa depan tim merah putih, seperti irfan bachdim (pemain naturalisasi, kelahiran belanda yang punya darah indonesia), oktovianus maniani, ahmad bustomi, m nasuha, yongki ariwibowo, arif suyono.

jayalah tim merah putih dengan gerasi masa depan, bangkitlah nasionalisme indonesia, GARUDA SELAU DI HATIKU.

“garuda di dadaku, kuyakin, hari ini… pasti menang”

Intip Jurus Cepat Hamil

•Desember 8, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar
Minggu, 14 November 2010 – 06:04 wib
Detail Berita
(Foto: gettyimages)

 

SUDAH berapa anaknya?” Pertanyaan itu umum diajukan kepada pasangan istri – suami yang telah menikah beberapa tahun. Bagi mereka yang sudah dikarunia anak, bukan tak mungkin pertanyaan singkat itu dijawab panjang lebar – menceritakan betapa lucunya si buah hati.

Tapi, apa daya kalau si buah hati belum hadir ke dunia karena berbagai faktor, misalnya Anda dan suami sama-sama sibuk, faktor usia, Anda bermasalah setelah lepas KB. Atau, Anda sudah positif hamil, tapi kehilangan janin Anda beberapa saat kemudian. Jangan putus asa ya, Moms!

Pasangan sibuk
Fakta:
Belum punya anak padahal sudah lama menikah? Tak jarang keadaan itu membuat istri – suami merasa ‘terbebani’ karenanya. Padahal, pasangan istri – suami ini dinyatakan sehat secara medis – fungsi reproduksi tidak bermasalah.

Setelah dirunut penyebabnya, rupanya pasangan istri – suami ini sama-sama sibuk bekerja. Nah, disadari atau tidak, seringkali pasangan sibuk bekerja didera stres

Tahukah Anda, saat Anda stres, kadar hormon stres dalam tubuh Anda – cortisol – meningkat. Tingginya kadar cortisol mampu menekan produksi Gonadotropin- Releasing Hormone (GnRH). Hal ini bisa memengaruhi aktivitas seksual, seperti turunnya gairah seksual (libido) dan bisa menyebabkan timbulnya masalah seksual lainnya. Selain itu, stres turut menurunkan jumlah sperma pada pria dan menimbulkan masalah ovulasi pada perempuan.

Tip:
Solusinya: usir stres! Itulah yang menjadi PR pasangan istri-suami agar cepat hamil. Caranya? Lakukan second honeymoon! Moms and Dads bisa rileks sejenak dan menikmati waktu berdua.

– Perhatikan masa subur. Moms bisa mengunakan patokan kalender. Bila Anda memiliki siklus 28 hari, maka ovulasi mulai sekitar 14 hari setelah periode akhir dimulai. Cara lainnya dengan memakai strip deteksi ovulasi. Dengan memeriksa urin, Anda dapat mendeteksi waktu ovulasi.

– Lakukan hubungan seksual secara rutin, setidaknya 3 – 4 kali dalam seminggu.

– Biasakan gaya hidup sehat misalnya dengan istirahat cukup, gizi seimbang, tidak mengasup Napza (Narkotika, alkohol, psikotropika, dan zat adiktif), serta melakukan olahraga.

Hamil di atas 35 TAHUN
Fakta:
Kini tidak heran bila menjumpai perempuan yang akan hamil pada usia di atas 35 tahun. Misalnya yang dialami oleh perempuan yang sebelumnya mendahulukan karir, atau perempuan yang terlambat menikah.

Sesungguhnya, usia hamil yang ideal adalah 20 – 35 tahun. Bila hamil lewat dari 35 tahun, rentan akan risiko. Pasalnya, kemampuan rahim dalam menerima embrio akan menurun dan terjadi penurunan fungsional hormon yang memengaruhi fungsi tubuh, termasuk sel telur.

Belum lagi kemungkinan-kemungkinan muncul risiko yang mengiringi kehamilan. Sebut saja, hipertensi, diabetes mellitus, perdarahan postpartum, hingga kehamilan ektopik. Tak hanya itu, janin atau bayi pun tak luput menanggung risiko, misalnya menderita down syndrome setelah lahir.

Umumnya, risiko-risiko di atas muncul pada pasangan istri (di atas 35 tahun) dan suami (di atas 45 tahun), utamanya pada kehamilan pertama.

Tip:
– Sebelum hamil, periksakan kesehatan Anda dan suami pada dokter kandungan.

– Catatlah kapan waktu menstruasi setiap bulan. Sehingga bila terlambat beberapa hari, Anda dapat mengetahui apakah terjadi kehamilan atau tidak. Sebaliknya, bila haid Moms tidak teratur, maka permasalahan itu bisa diketahui sejak dini dan langsung ditangani.

– Rajinlah mengonsumsi multivitamin yang mengandung asam folat.

– Jauhi kebiasan merokok, Napza pada saat sebelum dan sesudah kehamilan.

Lepas KB
Fakta:
Setelah menikah, ada pasangan istri – suami yang dengan alasan tertentu memutuskan untuk menunda memiliki momongan. Untuk itu, sang istri melakukan KB. Tapi saat kesiapan memiliki anak datang dan Anda melepas KB, masalah baru muncul: sulit hamil.

Biasanya, hal ini terjadi pada pemakaian KB hormonal yang cukup lama, seperti: pil, suntik, susuk.  Memang untuk sementara waktu, hormon perempuan dalam kondisi tidak subur. Karena itu, Moms musti memulihkan keseimbangan hormonal.

Tip:
– Bagi Moms, lakukan regulasi haid agar siklus haid kembali normal dengan penggunaan hormon tertentu. Tujuannya, agar kelenjar endokrin bekerja kembali.

– Tugas Dads ialah memeriksa kembali kualitas dan kuantitas sperma. Bila ada masalah, segera berkonsultasi ke dokter.

– Jagalah asupan gizi agar seimbang, berolah raga, tidak merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol.

– Hindarilah stres.

Keguguran
Fakta:
Hampir 90 persen kasus keguguran disebabkan oleh faktor kelainan kromosom, pembawa sifat dalam inti sel yang diturunkan dari orangtua kepada anaknya.
Dan sisa penyebab lainnya, antara lain: masalah hormonal; infeksi: kelainan anatomis organ kandungan perempuan – misalnya Inkompetensi Serviks; penyakit-penyakit kronis, contohnya diabetes mellitus, hipertensi; dan gaya hidup tidak sehat, seperti merokok dan Napza.

Perlu diingat, kehamilan trimester pertama rawan terjadi keguguran. Karena itu, Moms musti menjaga kesehatan kandungan.

Tip:
– Kalau deteksi keguguran akibat infeksi, seperti virus, bakteri dan jamur, berantaslah dengan obat sesuai penyebabnya. Lakukan tes TORCH (Toksoplasma, Rubella, Cytomegalovirus, dan Herpes Simplex Virus II).

– Bagi Moms yang mempunyai masalah hormonal, konsultasilah dengan dokter kandungan agar diberikan terapi.

– Konsultasikan perencanaan kehamilan kepada dokter kandungan, utamanya bagi Moms yang mengalami keguguran dua kali atau lebih (abortus habitualis), memiliki riwayat penyakit kronis, dan kelainan pada organ kandungan.
Catatan: Khususnya pada kasus keguguran berulang, maka risiko keguguran pada kehamilan berikutnya cukup tinggi.

– Istirahatlah. Diharapkan peredaran darah lancar dan bentuk rahim kembali seperti semula dan hindari aktivitas yang menguras tenaga.

– Bangun komunikasi antara istri dan suami. Melalui komunikasi, pasangan dapat membicarakan rencana ke depan dan tidak larut dalam kubangan menyalahkan diri.

– Bila ingin ‘berhubungan’ tunggulah hingga masa satu kali siklus haid. Setelah keguguran, kesuburan akan datang pada 2 – 3 minggu.

– Sebelum hamil, asuplah asam folat – demi kesempurnaan tabung saraf otak dan tulang belakang serta kematangan organ-organ tubuh bayi. Kemudian, konsumsi pula antioksidan. Jangan lupa untuk mengasup gizi seimbang dan hindarilah rokok dan kafein.(Mom& Kiddie//ftr)

10 Perilaku Wanita yang Mengganggu Pria

•Desember 8, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar
Rabu, 8 Desember 2010 – 11:07 wib (Lastri Marselina – Okezone)
Detail Berita
Pria paling tidak senang mendengar ucapan wanita dengan suara melengking. (Foto: Sheknows)
PRIA selalu mengidamkan sosok wanita yang memiliki sikap baik. Namun nyatanya, tidak sedikit perilaku wanita sering membuat pria merasa terganggu.

Sebagai wanita, Anda perlu mengetahui perilaku apa saja yang menjengkelkan kekasih. Hal ini sebagai upaya meminimalisir setiap masalah yang bisa menghambat hubungan percintaan Anda dan si dia.

Simak beberapa poin berikut, seperti dilansir Health24.

Sering mengeluh

Tidak akan ada yang tahan terlibat dengan seseorang yang terus mengeluh tentang segala sesuatu, mulai dari masalah cuaca hingga cara kerja komputer yang lamban. Tapi akan sangat sulit berpikir positif jika pasangan selalu menerima gempuran keluhan negatif Anda sepanjang malam.

Merasa tidak nyaman dengan tubuh sendiri

Kebanyakan wanita tidak puas dengan tubuh mereka. Kontan saja bagaimana penampilan mereka dapat menjadi cobaan bagi pria manapun. Dan memuji pun seakan menjadi ladang ranjau tersendiri.

Materealistis

Wanita yang hanya peduli terhadap besar saldo pasangannya, tidak akan mendapatkan kesempatan untuk kencan selanjutnya. Perlu diketahui ini adalah abad ke-21, di mana wanita harus bisa menjaga diri mereka sendiri dan bukan menunggu-nunggu seseorang yang akan membayarkan tagihan.

Mood gampang berubah

Pada awalnya Anda tertawa-tawa bersamanya, namun beberapa jam berikutnya Anda tak dapat mengerti mengapa mood Anda berubah atas kencan ini. Coba utarakan apa keinginan Anda dan bukan diam saja, kecuali kekasih dapat membaca pikiran Anda.

Tidak ada ketertarikan lain

Pria biasanya jengah dan bosan terhadap wanita yang hanya terpaku pada hubungan saja, tidak dengan hal yang lain.

Terlalu pasif

Masihkah menunggu seorang ksatria tampan dengan kuda putih? Ini adalah zaman modern dan bukan waktunya lagi wanita duduk manis, dan menunggu seseorang untuk datang.

Budak fesyen

Kebanyakan pria masih tidak sadar mode dan lebih menyukai gaya yang sesuai dengan dirinya sendiri. Membosankan jika berjalan dengan wanita yang selalu penuh riasan atau keluar rumah dengan pakaian terkini. Terkadang, tampilan sekadarnya cukup menarik.

Membicarakan mantan

Memang sangat menggoda untuk membicarakan mantan. Tapi, pria tidak suka mendengar cerita tentang mantan.

Tukang atur

Meski dalam hubungan memerlukan sejumlah kompromi, tapi pria tidak suka jika dia yang selalu harus kompromi.

Suara melengking

Hal ini mungkin sangat tidak adil, karena tidak ada seorang pun yang dapat memilih nada suara mereka. Tapi suara yang tinggi melengking hanya akan membuat pria mundur.(tty)

ayah akan selalu ada untukmu

•Desember 6, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

dini hari di bandara internasional bandara sultan hasanuddin makassar…

“ini bapak nak. ini bapak,” kata seorang perempuan paruh baya mencoba menenangkan seorang bocah perempuan berusia sekitar tiga tahun dalam gendongan laki-laki. dia mencoba meyakinkan bocah itu pada laki-laki yang menggendongnya.  melihat perwakannya, bocah itu sekira seumur engkau anakku, G.

bocah kecil itu bukannya tenang, malah semakin meronta ingin melepaskan diri diiringi dengan tangisannya yang kian menggema. perempuan berkulit putih, terlihat cantik pada dini hari itu di antara minimnya makhluk manis saat itu, hanya tersenyum-senyum mencoba menenangkan bocah perempuan dalam gendongan laki-laki itu. perempuan muda itu terlihat begitu akrab dengan laki-laki yang menggendong bocah yang masih menangis.

menilik dari penampilan laki-laki itu, dia terlihat dari kalangan “bangsa” manusia moderen. pakaian layaknya penampilan anak muda jaman sekarang yang semakin terlihat “canggih” dengan kupluk di kepala. tas besar panjang di punggung yang di sambut beberapa lelaki berusia lebih muda saat keluar dari gate kedatangan, sepertinya berisi gitar. yah, penampilan laki-laki itu mengingatkan saya akan tontonan di layar kaca, bak musisi-musisi yang tampil tiap pagi menjelang siang di dua stasiun tivi swasta.

perempuan muda itu mencoba meraih tangan bocah perempuan itu yang juga mencoba menggapainya dengan mengulang kalimat yang sama dengan perempuan paruh baya itu, “ini bapak nak.” terlihat senyum terus mengembang dari bibirnya, terkadang diiringi tawa kecilnya, sangat kontras dengan kondisi bocah kecil yang terlihat malang itu.

ciuman dan pelukan lelaki berpenampilan bak musisi itu tak jua membuat si bocah tenang. akhirnya dia mengalah, pelukan dia longgarkan dan menyerahkan anak itu kepada perempuan cantik yang terus mengekorinya. seketika, anak itu tenang dalam pelukan erat perempuan cantik pada dini hari itu. tawa hangat berbarengan di antara mereka menyambut diamnya bocah itu mencoba menghalau dingin dini hari. sepilas, sempat terlihat rona kecewa di wajah laki-laki yang berpenampilan keren itu.

“belum kenal, masih kaget mungkin karena lama tidak ketemu,” kata perempuan paruh baya itu. rombongan itupun berlalu seiring saya tidak mengetahui lagi kelanjutan ceritanya.

pemandangan dini hari di bandara itu membuat saya terhenyak. apakah di jaman sekarang ini masih ada yang seperti itu, anak yang tidak mengenali bapaknya? seberapa lamanyakah bapak itu pergi meninggalkan anaknya? sesibuk apakah bapak itu sehingga tidak sempat memerkenalkan diri pada anaknya? apakah bapak itu tidak mengetahui kalau sekarang teknologi informasi dan komunikasi sudah sedemikian canggih? kalau kejadian itu terjadi pada tahun ’60-an, ’70-an, ’80-an, atau mungkin ’90-an (meski sudah riskan) saya bisa mahfum. kecanggihan teknologi masih sangat terbatas. teknologi komunikasi belum cukup menjawab kebutuhan interaksi manusia. tapi di jaman seperti ini, apalagi menilik penampilan keluarga kecil yang terlihat “canggih” itu, saya merasa aneh.

tapi sudahlah, itu bukan urusan saya untuk mencari tau apa penyebab dan alasannya.

anakku G, setidaknya ayah mendapat pelajaran berharga di pagi yang masih sangat dini ini. mungkinkah engkau nanti tidak mengenali ayah? terima kasih pengalaman dini hari ini karena setidaknya saya harus juga berwaspada.

insya Allah, ayah akan selalu ada dan hadir dikala G butuh. meski ayah sadar, jadwal mengejar harapan masih jauh dan masih sangat terbatas waktu bersama G. pada hari normal, selain libur sehari dalam sepekan, ayah masih bisa bercengkerama dengan G saat pagi.

kalau sebelum bunda punya aktivitas kerja, waktu G bersama ayah saat pagi masih sedikit lebih panjang dari sekarang karena kita masih bisa bersama hingga ayah berangkat kerja. Tapi, sekarang sudah tidak lagi. sebelum pukul setengah delapan, kadang pukul delapan pagi kalau bunda telat ke kantor kita sudah harus mengakhiri pertemuan hari itu. itupun 15 menit kebersamaan di atas motot. hingga sekarang, G masih ikut sama bunda.

ayah baru kembali ke rumah dini hari, kala G sudah tertidur pulas. kadang G ayah ajak ke kantor, sebenarnya bertujuan agar ayah bisa lebih lama bersama G. ada beberapa cara yang ayah lakukan untuk mendekatkan emosi kita anakku, beberapa hal yang sedari G kecil selalu ayah kerjakan dan seolah bunda pun sudah terpola kalau itu adalah bagian ayah.

ayah selalu mengambil peran memandikan G, cebok G kalau buang air (besar dan kecil), sampai memakaikan baju. ayah berpikir, semoga aktivitas itu bisa membayar beberapa jam dalam sehari yang hilang, meski hanya satu atau dua jam saja. jika ayah di rumah, ayah juga selalu menyempatkan diri untuk lebih banyak melayanimu anakku. terima kasih G, sekarang ayah mahir cuci botol sampai bikin susu. saya pun sangat hafal bagaimana takaran dan selera makan G…heheh.terima kasih bunda, karena selalu memberikan waktu yang banyak untuk G dan ayah dikala sempat. terima kasih atas pengertiannya.

sekitar dua tahun lalu, bunda masih kadang bertanya, ayah sampai kapan ritme kerjanya seperti ini? pastilah saya hanya bisa menjawab dengan canda bahawa memang seperti inilah risiko pekerjaan saya. cemberut bunda yang membuatnya semakin manis, membuat ayah harus menjawab serius. pastinya kondisi ini tidak akan berjalan selamanya atau sepanjang hidup kami. ayah yakin akan ada proses yang terus berjalan menuju kesempurnaan.  Ayah selalu bilang kepada bunda, tidak masalah sekarang kita kerja keras yang pasti kita punya mimpi indah beberapa tahun mendatang. kami sepakat, ada cerita indah dalam keluarga ini yang harus kami raih nantinya.

pernah suatu ketika G terjaga saat ayah pulang dari kantor. jam dinding menujukkan sekitar pukul 02.00 wita dini hari. saat membuka pintu, karena memang ayah selalu membawa kunci cadangan agar tidak menganggu nyenyak tidur G dan bunda, saya sempat medengar suaramu anakku. “bunda, ayah.”

ayah pikir G hanya terjaga sejenak kemudian melanjutkan tidur. seperti biasanya, G dan bunda tidur di lantai dua. sementara ayah menyiapkan makan “sahur”  (disebut begitu karena kebiasaan makan dini hari, makanya badan tambah tambun..hehehe) G tiba-tiba muncul. G langsung memeluk ayah dengan eratnya. “maafkan ayah anakku, ayah telah membuatmu begitu rindu.”

anak usia tiga tahun, berjalan sendiri turun dari lantai dua menembus ruangan yang gelap menuju dapur di bagian belakang mencari sosok ayahnya. awalnya ayah berpikir ada bunda yang menemani, ternyata tidak. bunda bahkan tidak sadar kalau G bangun. hari itu ayah tidak pernah bersuara, hanya suara pintu pagar besi yang terbuka, deru motor, dan grendel pintu. itupun G kenali kalau yang datang adalah ayah.

ayah berdoa, semoga batin kita akan terus menyatu anakku, sehingga pengalaman dini hari ayah di bandara tidak akan pernah terjadi dalam keluarga kita. amin

 

kasihan pak tua ayah …

•November 29, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

anakku…

untuk kesekian kalinya engkau membuat ayah bersyukur kepada Allah akan hadirmu yang dititipkan kepada kami. diusiamu yang masih sangat muda, hari itu G berusia 3 tahun 10 bulan, atau tepatnya hari raya idul adha 1431 hijriah yang bertepatan pada tanggal 17 november 2010, rasa syukur ayah dan bunda panjatkan. terima kasih Allah, engkau telah memercayakan kepada kami anak manusia yang memiliki cintah, kasih, dan sayang.

anakku G …

kisah ini berawal saat kita, bunda, ayah, dan G menunaikan salah idul adha di masjid al markaz al islami di makassar. saat ingin keluar dari tempat parkir, tiba-tiba G menepuk pundak ayah dengan beberapa kali tepukan diiringi kalimat merdunya,  “kasihan pak tua ayah.” G menunjuk seorang pak tua di balik kaca mobil. yah, ayah tidak memerhatikan seorang bapak tua dengan kaleng berisi recehan di samping mobil yang meminta sedikit belas kasih dari kami.

G anakku …

alhamdulillah yah Allah, Engkau memberikan kepada kami anak yang memiliki hati yang welas asih. saya yakin ini adalah rahasia tuhan yang ditanamkan pada diri setiap ciptaannya. termasuk ke G. karena secara khusus, kami belum pernah mengajarkan kepada G untuk memberikan uang kepada pengemis seperti objek bapak tua itu. yang selalu rutin kami sampaikan adalah G harus berbagi kepada siapa saja, seperti berbagai kepada saudara sepupunya, teman, atau lainnya. ada kebiasaan G yang masihdilakukan sampai sekarang, karena kami selalu mengajarkan dia untuk mengisi celengan-celengan sumbangan. dan itu masih sering dilakukan. dimana saja G melihat celengan sumbangan, pasti meminta uang untuk dia masukkan, di mal, tempat umum, dan masjid. seperti setiap salah di masjid, uang selalu kami selipkan di kantong G agar dia masukkan dalam celengan masjid. termasuk hari itu saat salat di almarkaz.

Anakku sayang …

hari itu, G memberikan koin 500 perak kepada pengemis bapak tua itu. matanya terus melihat bapak tua itu yang dengan pelan mulai berjalan pergi. G bahkan berdiri di jok mobil dengan arah berbalik terus memerhatikan bapak tua itu hingga menghilang dari pandangan karena kami harus berbelok jalan. “kasian yah ayah,” kata G mengakhiri pandangannya.

anakku G …

sepilas ada rasa puas dalam hati mengingat alasan bunda dan ayah dalam memilih namamu (bisa dilihat dalam halaman yang ditulis sebelumnya berjudul nama saya G). niat nama galang yang diambil dari nama sebuah pulau di kepulauan riau atau sekitar batam memang diniatkan bahwa G akan memiliki sifat atau rasa kemanusiaan yang tinggi dan selalu peduli dengan orang lain. mungkin sebaiknya ayah kutip tulisan dalam bagian itu:

“Galang diharapkan menjadi doa. Pulau Galang pada akhir tahun 1970-an menjadi pulau harapan dari pengungsi dari negara Vietnam. Jika dibuka dalam buku sejarah, kita diingatkan istilah nama manusia perahu. Yang dimaksud dengan manusia perahu adalah orang-orang Vietnam yang mengungsi dari negaranya dengan menggunakan perahu.

Bisa dibayangkan bila manusia yang sudah berbulan-bulan terombang ambing di lautan tanpa arah dan harapan yang jelas, kemudian menemukan satu pulau dimana mereka bisa berlabuh. Mengakhiri petualangan antara hidup dan mati mereka. Pulau Galang adalah tambatan harapan.

Ada nilai kemanusiaan. Sehingga doa kedua orangtua saya, Galang akan menjadi manusia yang punya rasa kemanusiaan dan senantiasa bisa mengayomi orang lain. Minimal sebagai anak pertama, senantiasa menjadi harapan saudaranya sebagai tambatan atau sandaran dikala kesusahan. Galang diharapkan menjadi manusia yang welas asih kepada sesamanya.”

G anakku …

semoga Allah tetap melekatkan sifat itu pada dirimu dan engkau bisa memeliharanya dengan baik …