horeeee…. G masuk sekolah

semangat pagi…

bangun lebih pagi, mandi, sarapan, dan berangkat…. selasa (12/07/2011) G begitu semangat. wajar saja, karena hari itu adalah merupakan hari pertama dia akan menginjakkan kaki ke sekolah. tonggak dasar dia mengenal seseorang yang berstatus guru dan dia disematkan status sebagai murid.

jarum jam belum lagi menunjukkan pukul 07.00 wita pagi itu, kami sudah bergegas. mungkin untuk pertama kalinya bunda ke kantor sepagi itu. semangat G yang membuat bunda dan ayah lebih cepat bergerak.

saat mandi, tidak lupa kaia sampo dan sikat gigi. ritual itu dilakoni G lebih lama karena katanya dia harus harum sampai di sekolah. hari itu, dia memakai seragam barunya. baju warna biru muda dipadankan dengan celana selutut berwarna biru tua.

tas ransel warna hijau hadiah dari mama aji dipakai. di dalamnya tentu saja sudah lengkap dengan beberapa kue dan makanan di kotak. setelah sepatu putih hadiah dari mama aji juga dipasang, bersama si honda supra fit yang selalu setia untuk kami tunggangi, meluncur ke sungguminasa.

brum…brum…brum…

jalan masih cukup lengang membuat saya bisa jauh lebih cepat dari biasanya. hanya butuh sekitar 15 menit kami sampai di sungguminasa, gowa. pertama mengantar bunda ke kantornya di dinas sosial dan tenaga kerja, pemkab gowa. selanjutnya ke sekolah G di taman kanak-kanak melati yang berjarak sekitar setengah kilometer dari kantor bunda.

semangat G membuahkan hasil. dia menjadi siswa pertama yang tiba di sekolah pagi itu (hingga ayah menulis kisah ini, senin (28/11/2011), itu adalah sejarah yang belum pernah terulang). luar biasa.

foto-foto dengan berbagai pose dimanfaatkan sebagai momen yang tidak boleh terlewatkan di hari pertama sekolah itu. mata bengkak G masih terlihat jelas. yah, hari ini sebenarnya sangat jauh dari kebiasaannya yang biasa bangun pukul 8. hari itu dia bangun sekitar pukul setengah 6 pagi. semangat ’45 ces….hehehe.

mencoba semua media permainan dan berseragam seolah menjadi kisah baru yang membuat G begitu bersemangat.

********

tetap semangat dan bergembira anakku. kami berharap, dua hal itu tetap melekat saat engkau kami lepas menempuh jalanmu. tak hanya untuk G, tapi itu momentum bersejarah juga untuk kami. ini adalah langkah awal kami sebagai orangtua untuk memersiapkan mental melepasmu anakku. ini sebagai langkah awal kami untuk menyadari bahwa esok hari kelak, mungkin G akan pergi jauh mengejar mimpi. mengejar harapan. menggapai masa depan yang gemilang. kami harus belajar untuk rela. memercayakan G memelajari hidup di lingkungan berbeda, memercayakan pembelajaran pada seseorang yang dipanggil guru, dan survive pada lingkungan yang sama sekali asing bagimu anakku. G harus bertahan. banyak anak seusiamu, anak yang mungkin lebih besar, dan bisa jadi lebih “garang” dari lingkungan kamu kenal selama ini. yah, ini adalah langkah pertama karena selama ini G dikenal sebagai anak rumahan. mainnya hanya di rumah, kalau dia keluar rumah pasti bersama kami, bunda atau ayah. di lingkungan dekat rumah di delta mas juga G tidak terlalu bergaul karena lingkungannya memang seperti itu. ini adalah hari pertama G belajar hidup di lingkungan baru. bagaimana caranya bertahan hidup. yah, kami juga belajar. belkajar untuk memberikan G kepercayaan bahwa engkau mampu anakku.

*************

sehari sebelumnya, senin (11/07/2011), sebenarnya adalah hari pertama G mengenal sekolah taman kanak-kanak tk melati itu. tk yang menjadi pilihan kami dan tentunya G. “G mau sekolah di sini. banyak tempat mainnya, luas. banyak pohon. G suka di sini,” kata G saat kami membawanya ke sekolah itu. kala itu, kami semacam mensurvei beberapa sekolah tk di sungguminasa, kabupaten gowa yang akan kami jadikan sebagai sekolah G.

pilihan kesukaan G menjadi alasan kami mendaftarkan G ke taman kanak-kanan binaan pkk gowa itu. alasan yang lebih meyakinkan kami adalah sekolah itu adalah binaan ibu-ibu pkk gowa, tentunya dapat perhatian lebih dari pemerintah atau dipantau dengan baik oleh sistem yang ada di daerah itu.

alasan lain adalah karena sekolah itu cukup dekat dari kantornya bunda, meski bukan yang paling dekat, karena itu yang menjadi pilihan strategis rencana kami. kalau dipertanyakan, kok tinggal di makassar, tapi sekolahnya di gowa? nah, itulah pilihan kami karena kesepakatan bunda dan ayah bahwa G masih harus dalam pengawasan bunda. sebagai pns, dibandingkan dengan ayah yang banyak kerja di luar kantor, tentunya bunda punya lebih banyak waktu menjaga G sepulang sekolah.

pilihan G banyak pohonnya, juga saya sepakat. karena di dekat tk melati itu memang banyak pohon besar. memang wajar, karena tk melati seolah berada dalam satu komplek dengan rumah jabatan bupti gowa. dia berada dalam gerbang rumah jabatan, sehingga tidak berada di dekat jalan besar. itupula yang menjadi alasan kami semakin menebalkan keinginan menyekolahkan G di tk melati itu. kami bisa lebih merasa aman karena pengendara tentunya jarang yang melaju kencang di jalan depan sekolah. tentunya juga alasan keamanan karena berada di lokasi itu.

ada satu alasan lagi bahwa biaya bersekolah di situ terjangkau bagi kantong kami saat itu. uang masuk hanya sekitar 500 ribu. sudah masuk uang pendaftaran, plus empat pasang baju seragam sekolah untuk G. uang bulanan rp 50 ribu. jika saat itu, mungkin jarang atau tidak ada di makassar yang sekolah tk uang bulanannya 50 ribu. mungkin G juga mengerti penghematan sampai dia memilih sekolah itu yah…hehehehe.

hari senin itu, saya mengantar G bertemu dengan gurunya. mendaftar ulang, sekaligus melunasi sisa pembayaran uang masuknya. sekalian mengepaskan baju seragam yang sudah disiapkan. alhamdulillah, ukuran baju yang sudah dipersiapkan, pas di badan G. G senang pastinya. “G sekolah ayah.”

memang beberapa waktu belakangan itu G sangat bersemangat ingin bersekolah.

sebenarnya dulu kami ada pilihan sekolah untuk G. penitipan anak milik pemprov sulsel di toddopuli. tapi, ternyata setelah G melihat tk melati, pilihannya jatuh ke situ. syukur juga sih, karena kalau di toddopuli kami akan lebih repot mengantar dan menjemput dia sekolah nantinya.

********

hari pertama sekolah di hari selasa itu, semua serba baru dan pertama kalinya. G diajar berbaris, bernyanyi yang liriknya baru di dengar (kalau lagunya anang dan syahrini pastinya G tau…hehehe), dan tentunya ruangan kelas yang masih asing.

beruntung G senang dan bersemangat menjalani semuanya.

selamat belajar anakku…..

~ oleh Andi Galang Arzachel Pasinringi Pasinringi pada November 28, 2011.

10 Tanggapan to “horeeee…. G masuk sekolah”

  1. Tulisan yang patut diberi banyak jempol……. alur cerita dari A-Z sangat jelas dan tidak berbelit2…. salut dengan curahannya di media ini………………….. lanjutkan!!!!!!!

    • terima kasih om ute atas kunjungannya ke blog sederhana ini. semoga bermanfaat. eh, jadi nanti G punya adik kelas yang cantik yah…hehehe. siapa namanya om ute? nanti G odokki..wkwkwkw

    • terima kasih sudah berkunjung om ute. kalo tulisannya jelek, rugi dong ikut “pelatihan” menulis sama om ute…hehehehe. terima kasih atas kunjungannya om ute

  2. Semakin di baca, semakin menantang untuk membaca yang lainya, hal2 kecil ternyata bisa jadi tulisan yang indah, minta resep kanda… hehehehehe

    • terima kasih telah berkunjung ke blog yang sederhana ini bro alan. pujiannya juga…hehehe. banyak hal kecil yang terserak di sekitar kita yang kadang tak menjadi perhatian. tapi cobalah untuk melihat detailnya… mungkin ada ukiran yang indah di sana.

    • hehehe…. om alan pujiannya rrruuaaarrr biasa. yah, karena yang sederhana itu indah…heheheh. salam dan terima kasih sudah berkunjung ke blognya G. jangan bosan yah om alan

  3. TK melati hehe TK ku dulu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: