impian, konsistensi, dan semangat

G anakku, melihat dari judulnya, tulisan ini agak berbeda dari beberapa catatan sebelumnya. sebagian besar bercerita tentang keseharian dan aktivitas apa saja yang terjadi, tapi kali ini mungkin agak membingungkan.

ayah hanya mencoba menarik benang merah dari kejadian saat semua orang tersenyum dengan suka cita melihat seorang perempuan datang dengan langkah cepat diiringi teriakan nyaring dari semua yang menyambutnya. “puang pipa datang,” pekikan suara bersahutan menyambutnya.

apakah G masih bisa mengingat pakaian puang pipa saat itu? masih lengkap dengan setelan jas kerjanya plus sepatu berhak cukup tinggi. yah, beberapa jam sebelum teriakan gembira itu, puang pipa menginformasikan kalau dia akan datang ke makassar.

“saya sudah check out dari hotel. sekarang menuju bandara,” begitulah kira-kira pesan puang pipa pada hari itu, minggu (6/6/2010), kepada ayah. saat itu, puang pipa sedang mengikuti acara di ternate. mungkin bagian dari kerja dia sebagai tenaga pengajar di salah satu universitas di kota itu.

yah, puang pipa memang sudah menjanjikan akan berupaya datang ke makassar kalau puang sobek sekeluarga; mama eva, abang rio, dan ade’ sheila datang dari banjarmasin, kalimantan selatan. tujuannya adalah ngumpul di makassar.

sebagaimana dalam tulisan sebelumnya, puang sobek sekeluarga tiba di makassar pada hari jumat (4/6/2010) dini hari. meski sempat khawatir rencana puang pipa bakal tertunda karena bertepatan di akhir pekan itu puang pipa juga ada acara di ternate. asa kami di makassar sempat tertahan.

beruntung, puang pipa tidak pernah mengubur impiannya dan tetap memegang teguh harapan untuk datang. alhamdulillah, tuhan memberikan jalan, hari minggu puang pipa bisa menyesuaikan waktu.

“sheila kan anaknya puang pipa,” kata mama eva. “pastinya tidak ada yang percaya, beda cashing sih,” begitu guyonan kami menimpali perkataan mama eva. yah, secara penampakan atau tampilan luar memang sangat berbeda. ade sheila berkulit putih dan puang pipa berkulit berwarna sebaliknya…. hehehe…  (maaf puang pipa, tapi saya tidak bilang ji warna kulit ta…hehehe)

ayah yakin, tidak hanya ade’ sheila yang menjadi penyemangat puang pipa, tapi semuanya. puang etta, mama puang, semua saudara, dan paling utama semua keponakannya.

minggu pagi, kami menikmati sajian gorengan, kue, teh dan kopi menemani obrolan dalam satu tema, menanti ketidak pastian kedatangan puang pipa karena saat itu masih dalam acara. puang pipa selalu mengatakan, “yah , saya usahakan. tunggu ma.” kalimat itulah yang terus membuat kami bersemangat dan harapan besar menunggu.

sekitar pukul 12 siang, ada kepastian puang pipa berangkat. jadwal jalan-jalan disesuaikan dengan rencana menjemput puang pipa di bandara. mohon maaf puang pipa, karena ayah G tidak bisa hadir dalam pertemuan sepanjang siang itu karena tidak bisa tinggalkan kantor.

alhasil, puang pipa disamput dengan begitu gempita, abang rio, G, dan pastinya ade’ sheila. semua senang. puang pipa memenuhi janjinya, meski waktu begitu kasip karena puang sobek, mama eva, abang rio, dan ade’ sheila keesokan harinya harus pulang ke banjarmasin.

kegembiraan G begitu sempurna mulai akhir pekan hingga awal pekan minggu awal bulan juni itu. puang pipa melengkapi kegembiraan abang rio dan G dengan membelikannya mainan. terima kasih puang pipa. robot-robot dan motor mainan. sekali lagi terima kasih.

semoga ini menjadi catatan berharga untuk G akan sosok puang pipa yang teguh pada asa dan melakoni hidup dengan semangat.

saya harus jujur mengatakan, puang pipa diberikan kelebihan energi oleh tuhan untuk terus melakoni hidup dengan semangat. hampir tidak ada yang tidak bisa dilakoninya. dia selalu dapat tugas seksi sibuk. banyak gambaran yang saya liat. beberapa kali bersama ayah puang pipa naik motor dari makassar ke bone. malam gelap dan hujan tidak menjadi penghalang baginya. semua dia tembus. kadang sakit menyapa, tapi saya tidak pernah mendengar kata penolakan saat ada permintaan dari kami, saudara yang selalu membebaninya…hehehe.

semua orang punya mimpi, harapan, impian, dan cita. untuk mencapainya dibutuhkan konsistensi pada apa yang kita inginkan. semangat menjadi pelecut dan daya dobrak pencapaian itu. dalam konteks pertemuan keluarga ini, ada yang paling penting dan utama membungkus itu semua. ada cinta dan kasih sayang.

terima kasih puang pipa, telah memberikan pelajaran berharga untuk G.

(tulisan ini didedikasikan untuk puang pipa)

~ oleh Andi Galang Arzachel Pasinringi Pasinringi pada Juni 16, 2010.

2 Tanggapan to “impian, konsistensi, dan semangat”

  1. trims G, G tlalu memuji, puang pipa tidak bisa merangkai kata seperti Ayah G, tapi yang jelas puang pipa sayang n cinta sama semua keluarga besar. smuaaaaaaanya.
    doakan puang pipa supaya sehat n banyak rezeki. G…..tunggu puang pipa lebaran nanti. insya allah

  2. iye puang pipa. ditunggu ki selalu. G selalu doakan, apalagi G sekarang sudah biasa ikut salat sama ayah sama bunda. bunda juga sudah ajar G dikit-dikit baca alquran. bukan baca sih, tapi menghafal alfatihah…hehehe. tetap semangat puang pipa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: