G jatuh lagi

“G nangis terus, dipanggil ki. kalo bisa kita telpon dulu,” tulis bunda dalam sms-nya kepada ayah. waktu itu ayah masih ada meeting di kantor, dengan terpaksa ayah jawab, “tunggu 10 menit.”

ternyata janji saya 10 menit mulur hingga 15 menit. saat saya menelpon bunda, G sudah tertidur. bunda menceritakan kalau malam itu G rewel karena tadi sore dia terjatuh dari tangga.

pastinya ayah cemas, tapi bunda meyakinkan insya Allah tidak parah. “kepalanya benjol,” kata bunda. bunda juga tidak mengetahui bagaimana detail kronologis kejadiannya karena saat kejadian bunda sedang memasak di dapur.

sebelumnya, bunda meninggalkan G di lantai dua karena sedang asik bermain dengan mama aji yang datang dari bone, awal bulan April 2010. namun, seperti kebiasaan G yang memang senang bolak balik dari lantai 2 dan lainati 1 pun sebaliknya, hari itu bernasib nahas.

teriakan histeris G membuat bunda panik. Bunda mendapati G sudah dalam posisi tertelungkup di anak tangga paling bawah. dua benjolan di kepala menjadi cendera mata.

bunda yakin tidak parah karena nangis G tidak terlalu lama dan tidak muntah. kata orang tua dan orang kesehatan kalau jatuh atau ada benturan di kepala, kemudian diiringi dengan muntahan, artinya parah. Tapi, G saat itu tidak mundah dan tidak lama terlihat normal kembali.

kejadian G terjatuh bukan hal yang baru. jatuh dari mobil-mobilannya, sepeda, kursi, tangga dan bahkan pernah jatuh dalam got di depan kantor ayah di seputar indonesia jalan H bau, makassar.

setiap G sudah mengalami kejadian nahas, pastinya sangat berbekas. traumanya bisa sampai beberapa hari, bahkan hingga satu bulan. seperti hanya waktu jatuh di dalam lubang got depan kantor ayah, G seolah ingin melupakan kejadian itu. kalau bunda dan ayah menyinggung kejadian itu, G pasti melarang. bekas luka di dada sebelah kirinya masih terlihat hingga G berusia tiga tahun, sampai hari ini. waktu pertama, bunda dan ayah dilarang untuk memerhatikan luka itu. untuk memberikan obat saja G tidak mau.

sama dengan kejadian terjatuhnya dari tangga. sejak kejadian itu, dia tidak mau turun atau naik tangga sendiri. G selalu minta ditemani. nah, jadilah kami mendapat kerja tambahan. pelajarannya pun bertambah. “G lewat sini. jangan lewat situ, sempit,” kata G satu waktu saat saya mengantarnya naik ke lantai 2.

ternyata, bunda sudah memberikan pelajaran tambahan, kalau naik tangga jangan pilih jalur di dekat teralis atau pegangan tangga. karena saat berbelok, undakan anak tangganya menyempit. beda dengan tikungan sudut jauh, anak tangganya tetap lebar. wah, ternyata akalnya sudah jalan.

trauma G seakan berakhir sekitar awal Mei 2010, sekitar sebulan setelah kejadian. “ayah, kemarin, G jatuh di tangga. kepala G kena tangga,” kata G saat saya kembali mengantarnya turun ke lantai 1.

wah, ternyata traumanya sudah hilang. dia pun menceritakan kronologis jatuhnya meski tidak detail kepada ayah. dia hanya bilang tangganya licin sampai dia jatuh.

beberapa hari lalu, sebelum saya menulis cerita ini, kamis (6/5/2010), G kembali berdebam di lantai. gara-garanya, seperti kebiasaan, G selalu menaikkan mobilnya di atas kasur. hari itu dia bernasib sial, terlalu mengangkat ban depan mobil-mobilnya hingga terjungkal ke belakang.

sejak hari itu, kebiasaan itu tidak dilakukan lagi. mungkin dia dapat pelajaran bahawa kalau mobilnya dinaikkan ke atas kasur rentan terjatuh karena keseimbangannya jadi labil. G selalu dapat pelajaran baru. hanya saja, ayah berharap G selalu mendapat pelajaran berharga tanpa harus melalui peristiwa nahas.

teruslah belajar anakku. dunia ini masih luas untuk engkau jelajahi. kami hanya menuntut hingga engkau mampu menentukan langkahmu sendiri.

~ oleh Andi Galang Arzachel Pasinringi Pasinringi pada Mei 6, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: