berita duka

Seorang pemuda yang mendapat beasiswa sekolah di luar negeri sedang menelpon ke rumahnya, karena uang saku yang pas-pasan maka dia jarang sekali menelpon kerumahnya.

Kebetulan telponnya diterima oleh adiknya. “Hallo, dik, gimana kabarnya kucing kesayangan abang ?” tanya si kakak.

“Kucing abang sudah mati,” jawab si adik dengan enteng.
“Yang bener, dik..?? Itu kan kucing kesayangan abang !” teriak si abang nggak percaya.
“Bener bang…, sudah mati !” jawab si adik lagi.
“Dik.., abang kasih tau ya.., kalau memberi tahu kabar duka, jangan asal ngomong aja.., adik harusnya perhatiin perasaan orang yang diberi kabar dong…. Khan adik bisa bilang kalau kucingnya hari ini lagi ada di atap dan ngga mau turun…, besok adik bisa bilang lagi kalau kucingnya jatuh…, besoknya lagi adik bisa bilang kalau kucingnya udah lukanya parah dan gak bisa diselametin lagi…, Nah kalau adik bilangnya kaya gitu khan abang terima kabarnya juga jadi ngga kaget…”.

“Iya deh bang…, maaf…” jawab si adik polos.
“Ya udah kali ini ngga apa-apa..,” lanjut abangnya.
“Oh iya dik, gimana kabar ibu ?”
“Ehhhmmm, ibu lagi ada di atap dan ngga mau turun….” jawab si adik polos.

~ oleh Andi Galang Arzachel Pasinringi Pasinringi pada Februari 8, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: