23 desember 2009

bunda lulus pns di gowa

“iccang, catat baik-baik tanggal hari ini 23 desember 2009. mungkin  akan menjadi lompatan besar dalam hidupmu,” kata mukhramal azis, kepala biro harian seputar indonesia sulsel,  saat menyerahkan amplop berlogo kepala burung rajawali berwarna biru kepada saya.

isi amplop itu melengkapi kegembiraan saya malam itu. surat itu berisi ketetapan promosi saya di kantor. rasa syukur pastinya, tapi tentunya muncul perasaan lain akan tanggung jawab di depan mata.

rabu, 23 desember 2009

herni amir, reporter harian seputar indonesia biro sulsel di gowa,  menginformasikan kalau dia akan mengorder iklan pengumuman seleksi cpns kabupaten gowa. seperti biasa, saya menanyakan prosedur yang harus dilaluinya dengan bagian iklan. ternyata dia hanya menginformasikan kalau dia akan ke makassar membawa materinya.

apakah nama bunda akan tercetak di lembaran pengumuman itu?

beberapa waktu lalu, bunda ikut mendaftar seleksi cpns di kabupaten gowa. “ayah bisa antar saya ke gowa? katanya ada diterima jurusanku di sana. persyaratannya gampang ji, cuma ijazah sama surat lamaran,” kata bunda suatu pagi.

bersama G,  mengantar bunda ke gowa. G begitu senang. saat mengetahui kalau dalam formasi yang mau diterima hanya satu orang dari jurusan bunda, sebenarnya saya sudah sempat ciut. wah, persaingannya besar. tapi, tak apalah. namanya juga usaha, siapa tau bunda beruntung.

proses selanjutnya adalah mengambil nomor tes dan penentuan lokasi ujian. saat mencari lokasi, saya sempat bercanda sama bunda kalau dia sudah harus membiasakan diri menghirup udara gowa biar nantinya tidak kaget kalau lulus dan harus sering di gowa.

bunda hanya menanggapinya dengan bercanda. pulang dari smp pgri, lokasi ujian cpns bunda, saya melihat di dekat situ ada perumahan yang sementara dalam proses penyelesaian. kalau tidak salah namanya perumahan bukit manggarupi.

saya berbelok masuk ke perumahan itu. berkeliling sebentar. bunda heran dan akhirnya tertawa karena menganggap penyakit konyol dan usil saya kambuh.

“kita kan mau jadi orang gowa, jadi wajar dong kita sudah liat-liat lokasi rumah,” kata saya dengan nada serius. dalam perjalanan pulang, saya tertarik untuk nongkrong di pinggir sawah di belakang kantor bupati gowa sambil menikmati es teler. saya merasa suasana saat itu indah sekali.

sekali lagi bunda menganggap itu hanya bercanda saat saya mengatakan untuk membiasakan bunda dan G di lingkungan atau atmosfere di gowa. saat itu, herni amir dan seorang temannya ikut bergabung.

saya melakukan itu sebenarnya ingin memberikan semangat kepada bunda bahwa kami punya mimpi, kami punya harapan, dan itu yang harus kami rajut.

begitupun saat mengantar bunda ujian, kami menyempatkan diri ngopi di cafe mario di gowa. kenangan itu kembali menyeruak menunggu kedatangan herni amir membawa lembaran pengumuman.

sebenarnya, tanggal 23 pagi itu, beberapa kabupaten sudah mengumumkan hasil tesnya. seperti makassar dan barru. bertepatan saat itu, puang ani datang dari bone untuk ikut tes di makassar.

sempatlah jadi obrolan pagi itu. bunda terlihat santai saja saat saya mengatakan kalau semua kabupaten sudah menerima hasil seleksi dari unhas, termasuk gowa.

“santai sajalah, kalau lulus pasti heboh tonji itu teman ta kasi tau,” kata saya dengan bercanda. bunda menanggapinya dengan senyum.

herni amir tiba di kantor dengan lembaran kertas di tangan. karena masih mengerjakan sesuatu,  lembaran kertas itu tidak terlalu saya perhatikan. beberapa orang teman terlaihat antusias memerhatikan nama-nama di kertas. mungkin dia punya teman yang mendaftar atau mungkin ada di antaranya yang mendaftar.

setelah pekerjaan selesai, saya kemudian ikut nimbrung. ada nama yang persis nama bunda lengkap dengan titelnya. bunda pun mendaftar pada formasi itu.

saya menelpon bunda minta dia mengambil nomor tesnya yang kemudians aya cocokkan. ternyata pas. bunda lulus.

kegembiraan membuncah. malam itu saya harus menjalankan nazar yang sudah saya sampaikan kepada teman-teman. setelah ijin sama bunda, nazar saya jalankan. alhamdulillah.bunda lulus cpns.

beberapa jam setelah itu, bang mukhramal menyodorkan amplop itu. “saya juga heran kenapa bisa bersamaan yah? dua keberuntungan kamu hari ini cang,” kata bang mukhramal.

keberuntungan? yah pastinya saya harus bersyukur dan berterima kasih atas keberkahan hari ini. sepanjang malam itu, senyum tersungging di bibir saya. tak lupa, kabar gembira kelulusan bunda saya sampaikan kepada mama puang, puang etta, dan saudara. berterima kasih atas doanya.

===========

ada fase baru yang akan kami hadapi dalam waktu tidak lama ke depan. dari sisi ekonomi, pastinya akan semakin baik. kalau istilah bang mukhramal, dari satu gardan menjadi dobel gardan…hehehe.

ada harapan besar untuk hidup keluarga kami kedepan lebih baik. G juga akan semakin bisa kami persiapkan masa depannya dengan lebih tertata.

dini hari 24 desember 2009

sambil menikmati menu dini hari, tak henti kami berbincang. kami bergembira atas kabar gembira ini. berbagai rencana masa depan kami utarakan bersama. program yang dulunya kami pikir hanya mimpi kini semakin jelas. insya Allah.

kami melewatkan malam itu berbincang dalam suasana yang begitu nyaman. usai perbincangan itu, saya menyempatkan duduk sendiri beberapa saat. mereview perjalan kami.

kami sudah melewati hari-hari sebelumnya dengan begitu manis dan menyenangkan hingga dini hari ini.dengan gardan tunggal dan pernah melalui satu lompatan proses hidup, dari berdua hingga sekarang bertiga. kami bahagia.

ada keraguan yang datang menyeruak dalam batin. saya sepakat jika ini adalah lompatan besar dalam hidup kami, tapi saya ragu. apakah kami akan melompat lebih tinggi ke tangga berikutnya atau malah lompat dalam jurang. jangan-jangan ini awal petaka?

G yang dulunya penuh perhatian dan dekapan bunda, pastinya besok harus berbagi dengan rutinitas kerja bunda. bunda yang dulunya punya waktu 24 jan untuk G dan saya kini harus berbagi dengan kesibukan bunda yang baru. saya jadi ragu.

mencoba menepis dengan bersyukur kalau itu semua adalah rejeki yang datang dari Allah. tapi, tetap saja ada ragu. benarkah ini akan lebih baik atau akan menjadi awal hilangnya kebahagiaan kami?

apakah benar G akan merasa bahagia dengan ini semua?

itu akan menjadi catatan khusus kami berdua bahwa benar ini adalah rejeki untuk menuju kebaikan. kamilah yang harus memastikan dan merealisasikan itu. amin.

selamat bunda….

(foto-foto G saat mengantar bunda menuju mimpi kami)

~ oleh Andi Galang Arzachel Pasinringi Pasinringi pada Desember 28, 2009.

Satu Tanggapan to “23 desember 2009”

  1. insyallah smua akn baik2 deng, sy yakin G tdk akn kekurangan dekapan ada ne2kx yg ada stiap saat tante2x yg akn slalu peduli. sukses smua. keluarga besar andi pasinringi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: