G sudah bisa “protes”

hebat, mantap mentong G…hehehe. G sudah bisa “protes”. senang sekali karena G sudah bisa dan berani menyampaikan pendapatnya. saya pikir luar biasa di usianya yang menjelang 3 tahun.

setiap orangtua pastinya bangga dan senang jikalau anaknya sudah berani berpendapat. malam itu, saya mendapatkan “protes” G. saya memberikan tanda kutip karena biasanya orang mengkonotasikan kata protes sebagai pertanda negatif, tapi bagi saya adalah anugerah.

“itu orang pakai tas,” kata G seraya menunjuk anak laki-laki yang duduk di atas motor. itulah bentuk “protes” G saat kami, ayah dan bunda, memintanya memakai jaket saat hendak pulang malam itu dari jilc, makassar, kamis (17/12/2009) malam.

yah, G punya jaket biru bergambar spiderman, warisan dari abang rio, yang menjadi jaket andalannya. jaket itu bisa diubah menjadi tas kecil. G senang memakainya seperti tas ransel di punggungnya.

beberapa hari terakhir ini, G banyak menolak jika diminta memakai jaket biru itu dan lebih senang memakainya dalam bentuk tas ransel. hari itu, bunda dan G jalan-jalan ke jilc, lembaga bimbingan belajar di jalan cendrawasih, tempat kerja bunda yang dulu.

malamnya ayah jemput. saat diminta memakai jaket, lagi-lagi G menolak. “pakai tas saja,” kata G. pastinya kami berdua ngotot karena G mau duduk di depan, apalagi malam itu cuaca mendung. angin bertiup kencang dan agak lembab, sedikit gerimis malah. maklum, makassar sudah memasuki musim hujan.

tampaknya G tidak kekurangan akal untuk mendukung pendapatnya saat ayah bilang, kalau mau naik motor dan duduk di depan, G harus memakai jaket.

nah, saat itulah dia berargumentasi dengan menunjuk siswa jilc yang kala itu sedang duduk di atas motor. “itu orang pakai tas,” kata G. spontan saya dan bunda kaget mendengar itu, kemudian kami tersenyum.

dalam pikiran G mungkin dia ingin mengatakan, itu orang pakai tas, tidak pakai jaket. karena dilihatnya dia duduk di atas motor, G menyangka dia mau memakai motor.

beruntung, anak jilc itu kemudian masuk ke dalam untuk mengikuti bimbingan karena memang sudah masuk jam pergantian masuk belajar siswa. “ooo, dia mau masuk sekolah. tidak mau pakai motor,” kata saya memberikan alasan.

beberapa saat G terdiam, kemudian dia nurut memakai jaketnya. sepanjang jalan dia bertanya mengenai sekolah dan memakai tas. hehehe…. alhamdulillah, anak kami sudah bisa dengan berani menyampaikan pendapatnya.

keesokan harinya, saat hendak berangkat ke btp tamalanrea, ke rumah puang fira, saya ajaklah komunikasi. kenapa G enggan memakai jaket. “Panas,” kata dia.

saya mencoba memberikan pemahaman kalau naik motor harus pakai jaket karena dingin dan nanti kena angin. G nanti sakit. tapi, G tetap kekeh dengan pendiriannya, kalau memakai jaket panas. saya juga harus mengakui bahwa memang panas.

akhirnya saya bernegosiasi dengan G. begini saja, kata saya sama G, kalau G naik motor dan mau duduk di depan harus pakai jaket. “G bisa tidak pakai jaket, tapi duduk di belakang sama bunda,” saya tawarkan sama G.

bagaimana? janji? beberapa saat G terdiam. akhirnya dia menyambut telunjuk dan jempol yang saya sodorkan sama dia tanda janji disepakati. kalau kami janji, tidak menggunakan jari kelingking, tapi telunjuk yang ditautkan dengan jempol yang dirapatkan.

seperti biasanya, dia kemudian mengulang kronologis janjinya itu. “kalau mau duduk di depan pakai jaket yah ayah? kalau sama bunda, tidak yah ayah,” kata dia. “iya dong,” kata saya. spontan dia akan menjawab, “siap bos,” dengan gaya hormatnya.

alhamdulilah, G paham. masalah kembali muncul saat hendak pulang dari rumah puang fira. G menolak memakai jaket. santai sajalah, saya kan sudah punya “senjata”.

“G kan sudah janji,” kata saya mengingatkan sambil memegang kedua pipinya serta saling merapatkan wajah kami. hehehe… dengan sendirinya, G mengulang janjinya. “G pakai jaket kan ayah? kata dia dengan kepala dianggukkan seperti kebiasaannya saat bicara untuk meyakinkan orang.

terima kasih yah Allah, Engkau telah memberikan kami anugerah dan harta yang tiada terhingga.

mengutip lagu bang bang iwan fals:

“cepatlah besar matahariku, tinjulah congkaknya dunia buah hatiku, doa kami di nadimu

~ oleh Andi Galang Arzachel Pasinringi Pasinringi pada Desember 19, 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: