operasi ke-4 puang nanna

sabar ki, hanya tinggal membersihan sisa pertempuran

Puang nanna ops1PUANG nanna harus kembali berjuang menahan rasa sakit yang mendera. pengujian tuhan belum berakhir untuk mendapatkan ummat terbaiknya. Ibarat seorang siswa yang akan naik ke jenjang yang lebih tinggi dan terhormat, tesnya harus lebih keras dan a lot dibandingkan dengan kelas rendahan. saya yakin, Tuhan punya rencana yang lebih baik untuk puang nanna secara khusus dan kami yang ada di sekitarnya. Ada hikmah dibalik semua ini. ada pesan Tuhan yang ingin disampaikan dengan caranya sendiri.

hari ini, Senin (10/9), puang nanna harus kembali dibaringkan dalam ruang operasi, menghadapi tim dokter dan pisau-pisau penyayat. merobek, memotong, dan membelah apa saja yang dikehendakinya. operasi kali ini adalah yang ke-4 kalinya sejak puang nanna menjalani operasi pertamanya, Selasa (4/9) di rumah sakit bersalin budi mulia.

sabarki puang nanna, hanya itu yang bisa ayah katakan dan sampaikan. meski saya yakin itu tidak akan mengurangi rasa sakit yang menderanya. puang nanna harus merasakan sakitnya sendiri dan kami hanya mampu untuk membantunya dengan doa dan memompa semangat.

“dokter bilang mau dioperasi lagi. bagaimana menurut kita,” kata daeng renal saat menelpon ayah seakan meminta pandangan. Ayah hanya bisa memberikan semangat, kalau itu memang yang dianggap terbaik kita harus bagaimana. meski kami yakin, dokter bukan Tuhan sebagai penentu takdir, tapi setidaknya mereka adalah salah satu jembatan yang mungkin ada membawa puang nanna ke sisi seberang dengan hidup yang lebih baik.

jujur, untuk menjalaninya saya juga masih ragu, begitu mudahnya orang di”belah-belah” sebanyak empat kali dalam rentang waktu yang tidak terlalu lama. apakah tidak cukup dalam waktu 1X24 jam puang nanna harus dioperasi tiga kali, dan sekarang harus dibedah lagi. ada apa lagi ini?

ADE' BAYI-ALI-2keputusan sudah diambil, rencananya pukul 16.00 Wita puang nanna akan dioperasi. saat masih di kantor, berbagai pikiran dan kemungkinan berkecamuk.

memang, pada malam tadi, kondisi puang nanna tidak cukup baik. sepanjang malam dia tidak bisa tidur akibat kesakitan. bekas operasi di bagian perutnya kembali mengeluarkan darah. rasa sakit menderanya yang tidak bisa saya gambarkan. saya hanya bisa melihatnya dari ekspresi rasa sakit dari kakak saya yang paling tegar dan kuat itu.

pasti puang nanna merasakan sakit sekali. darah terus keluar dari bekas operasi. perasaan panas datang mendera diiringi rasa pusing. tidak biasanya puang nanna pusing. sejak operasi, baru kali ini dia mengeluh pusing.

hingga subuh, tidak sekali saya lihat puang nanna tertidur. mata terpejam, tapi ekspresi kesakitan tetap terlihat.

puang renal, puang pipa, didi, dan jo, tidak bisa menyembunyikan kecemasan. tapi, kami bisa apa? hanya sebatas melayani saat puang nanna butuh minum, tisu, mengelus kakinya, atau sedikit memberikan masukan yang mungkin sudah enngan didengarkannya. puang nanna tau kalau dirinya harus lebih sabar, tapi sakit yang datang menyerang terasa terlalu menyakitkan membuatnya terkadang meracau yang tidak kami pahami.

subuh menyambut. lantunan ayat suci terdengar dari pengeras suara masjid dekat rumah sakit islam faisal. alhamdulilah, dengan iringan suara orang mengaji itu, sekitar pukul 04.30 wita, puang nanna sedikit terlelap.

usai salat subuh, ayah pulang dengan perasaan yang tidak menentu. apa yang akan terjadi nanti. ternyata, inilah jawabannya. puang nanna kembali harus dioperasi.

ayah tidak mengerti medis karena bukan bidang saya. awalnya ayah sangat cemas, tapi setelah mendengar penjelasan dokter barulah ayah lega.

penjelasan dokter, mereka terpaksa melakukan pembedahan ulang di bekas jahitan lama karena di bekas luka itu ada nanah atau terjadi peradangan yang harus dibersihkan.

Puang nana ops4“hanya dibersihkan saja. seandainya ibu bisa tahan sakitnya, kita tidak usah bius. tapi, ini hanya bius lokal saja kok. tidak keseluruhan. tidak apa-apa,” kata dokter yang datang ke kamar 306, tempat puang nanna dirawat.

entah memberikan semangat atau tidak, tapi ayah menyakininya sebagai sebuah kejujuran karena itu juga adalah doa ayah dan kami semua. semoga semua berjalan sesuai rencana dan apa yang dibilang dokter.

sekitar pukul 14.00 wita, menelpon mama puang yang katanya masih dalam perjalanan dari bone menuju Makassar. kemarin, mama puang terpaksa pulang ke bone karena ada yang urusan yang harus diselesaikan.

“insya Allah saya tiba di Makassar sekitar pukul 4 atau setengah 5 sore,” kata mama puang. saya memintanya untuk langsung menuju rumah sakit saja karena puang nanna dioperasi pukul 4  sore.

tepat pukul 16.00 wita, dokter dan perawat sudah memenuhi ruangan. saat itu ayah baru pulang dari salat asar di masjid, saya liat puang etta sudah datang dari baruga.

PUANG ETTA-1seperti biasanya, jika kami akan menghadapi sebuah persoalan besar, pasti kita “dipangujui” sama puang etta. rapalan doa dan mantra menyatu dalam telapak tangan puang etta yang diletakkan di jidat puang nanna sebeum dibawa ke dalam ruang operasi.

selamat berjuang puang nanna. Kami hanya bisa menunggu dari balik pintu ruang operasi. tidak beberapa lama, mama puang datang dari bone. baru beberapa kata bicara dengan puang etta, air matanya tidak terbendung. di ranjang besi yang dionggokkan di depan ruang operasi, mama puang terlihat khusyu mengaji.

dua keluarga besar (keluarga puang nanna, termasuk ayah, dan keluarga puang renal) kembali menyatu dalam doa untuk sebuah keselamatan dan harapan.

Sekitar pukul 19.15 wita, puang nanna dikeluarkan dari ruang operasi dan menuju ke kamar 306, tempat selama ini dirawat. ada harapan bagus yang saya liat. alhamdulillah, harapan keberhasilan operasi dan keselamatan puang nanna bertambah. insya Allah, puang nanna akan selamat.

perjuangan sejak selasa pekan lalu bisa ayah katakan sebagai pertarungan besar. sekarang ini, puang nanna tinggal menyelesaikan sisa-sisaADE' BAYI-ALI-6 pertempuran yang tidak seberapa lagi. hanya saja, masih membutuhkan banyak dan lebih besar kesabaran untuk menantinya benar-benar tuntas.

selamat, puang nanna hebat.

(saya masih duduk di samping pembaringan puang nanna yang terlelap saat menulis cerita ini. wah, sudah lelap tidurnya. cepat sembuh puang nanna, ade bayi sudah kangen)

~ oleh Andi Galang Arzachel Pasinringi Pasinringi pada Agustus 11, 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: