selamat tinggal ayunanku

akhirnya berhenti juga

g8hari selasa, tanggal 3 maret 2009 menjadi titik sejarah perjalanan G yang saya pikir luar biasa. G meninggalkan ayunannya!

pulang dari kantor sekira pukul 02.30 wita, sudah masuk hari rabu, tanggal 4 maret 2009, saya mendapati pemandangan yang luar biasa. G terlelap di samping bunda. bagi orang lain mungkin hal yang lumrah, dini hari mendapati anaknya yang masih berusia 2 tahun 2 bulan terlelap. bagi kami bukan persoalan terlelapnya, tapi lokasi tidurnya.

selama dua tahun, G tidak bisa tidur lelap jika tidak dalam ”istananya” yang tidak lain adalah ayunan yang tergantung setia di pintu kamar. tapi, kok sekarang berbeda?

posisi tidurnya sungguh tidak beraturan. segera saya rapikan alas tidur di sisi sebelah kanan bunda dan mengangkatnya dengan hati-hati. Beberapa saat dia memperbaiki posisinya sendiri seraya minta susu. dia kembali terlelap.

pertanyaan besar belum terjawab, kenapa dia tidak tidur di ayunnya? di depan tivi saya liat ayunannya tergeletak. tali dan pegas ayunannya masih tergantung. tapi, kenapa dia tidak memakainya?

seperti biasanya, mengetahui kedatangan saya, bunda bangun dan mempersiapkan santapan dini hari. seperti makan sahur saja… memangnya besok puasa? yah, sudah menjadi kebiasaan, tiap pulang ke rumah saya pasti dihidangkan makan. kalau saya tidak makan, terkadang saya melihat wajah kecewa bunda.

kenapa G tidur tidak pakai ayun menjadi pertanyaan pembuka saat di meja makan. wajah bunda yang tadinya masih terlihat mengantuk, berganti dengan senyum dan jenaka. dengan bersemangat dia bercerita.

saat tidur siang, terjadi insiden. tiba-tiba besi pengait ayunan G patah. pastinya G terjatuh bersama dengan ayunannya. ”Untung tidak terbentur karena ada ji bantal gulingnya. trauma kayaknya karena sementara tidur dia jatuh,” kata bunda.

G sempat menangis, tapi tidak lama. setelah tenang, bunda memperbaiki ayunan dan kembali mau menidurkannya. G menolak. ”kasian sekali liatnya, dia ngantuk tapi tersiksa mau tidur. saya bawa dia ke ranjang. setelah lama dia terguling-guling di kasur, akhirnya tidur juga,” cerita bunda.

malamnya, G kembali tersiksa menjelang tidur. bahkan kata bunda, dia duluan tertidur dari G. artinya G yang menidurkan bunda dong… hehehe. makanya bunda heran kenapa G tidur di posisi sebelah kirinya, padahal posisi G awalnya dibaringkan di sebelah kanan di dekat dinding. biar tidak jatuh.

galang-131”kasian sekali liatnya, cuma kalau saya tawarkan ayun dia menggelang. tidak mau. dia tau kalau ayunnya itu rusak, waktu ayunnya saya perbaiki dia sempat tanya kalau ayunnya rusak,” kata Bunda.

galang3ah, kemungkinan besok juga minta ayun lagi, pikir saya dalam hati. kebiasaan selama dua tahun yang tidak pernah lepas dari ayunannya kok bisa berhenti begitu cepat. saya masih sangsi.

galang-12Keesokan harinya, saya kembali mendapati G tidur di atas ranjang. begitu lelapnya. ”sudah mulai suka dia. saya liat lebih nyenyak tidurnya kalau di ranjang,” kata bunda.

galang-14kelihatannya memang lebih nyaman karena G bebas tidur dengan segala posisi. muter-muter, kadang tidak sadar kakinya ada di kepala kita. Malah pernah kami terbangun karena G kencing yang luncurannya pas kena di wajah kami.

selamat tinggal ayunan ku. mungkin ini adalah fase dimana G bertambah dewasa. kalau kami, tentunya lebih mudah G tidur di ranjang karena tidak perlu lagi senantiasa digoyang kalau terjaga.

selamat tidur G, semoga mimpi indah. ayun ayah simpan yah…

~ oleh Andi Galang Arzachel Pasinringi Pasinringi pada April 1, 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: