Puang Iding Datang, G Mudik

Bone….Sambut Kedatanganku

Puang Iding Sekeluarga

Puang Iding Sekeluarga

Bisa dipastikan Lebaran Idul Fitri 1429 H kali ini bakal ramai dan seru. Rombongan Puang Iding yang datang bersama Tante Mien, Puang Aga, dan Puang Puput sudah tiba. Horeee…G pasti senanglah.

Alhamdulillah, keberkahan lebaran kali ini, keluarga besar bisa berkumpul. Rombongan Puang Sobek pertama sudah menjadi awal tanda-tana lebaran kali ini akan luar biasa dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.


Dari awal Ramadan, Puang Iding sudah memberikan sinyal jika akan berlebaran di Bone. Pastinya semua keluarga bersuka cita mendengar informasi itu. Hari ini, semua terjawab sudah, karena terkadang kami dilanda kecemasan, jangan-jangan Puang Iding tidak datang. Karena terkadang jadual beliau berubah secara mendadak.

Lebaran kali ini, alhamdulillah, semua berjalan sesuai skenario. Sekira pukul 16.00 Wita, Senin (29/09/2008), Puang sobek menelpon kalau Puang Iding sudah di Bandara Hasanuddin.

Pastinya saya kaget karena sebelumnya Puang Iding menberitahukan mereka akan berangkat dari Surabaya sekira pukul 18.00 Wita dan diperkirakan sampai pukul 19.30 Wita.

Saya tidak tau kenapa datang lebih cepat dari yang diinformasikan sebelumnya. Tapi, saya tidak perlu berpikir kenapa, yang harus saya lakukan adalah segera pulang ke rumah karena mobil harus diantar ke bandara.

Tancap skuter. Sampai di rumah, Puang Sobek sudah mengeluarkan mobil yang mau dipakai Puang Iding. ”Saya berangkat duluan. Nanti Ndi Ide sama Rio,” kata Puang Sobek.

Segera G berbenah…dan angkut. Saya liat tidak hanya G yang senang mau pulang ke Bone, Bunda juga senang dan segera mau beraksi karena dia punya penampilan baru yang akan segera dipamerkan…hehehehe….

(Sssstttt….G, Bunda potong rambut gaya artis sinetron, heheheh. Cantik sekali. G jangan pangling yah. Yang saya takut, kalo Bunda buka jilbab, G bingung. Bunda saya mana? Kok yang bikin kan saya susu kayak artis di tilipici)

Kami bertemu di depan bandara dan rombongan yang terbagi dalam dua mobil, berangkat. Bone … kami datang.gie-2

Sejak dari kecil, kedatangan Puang Iding dan Tante Mien selalu dinantikan. Alasan utamanya mungkin karena diantara saudara Mama Puang, hanya Puang Iding yang di luar Sulawesi. Tentunya, kehadiran beliau yang hanya terkadang satu tahun sekali, membuatnya selalu dinantikan.

Suasana pasti akan sangat berkesan dan luar bisa jika beliau datang. Banyak pengalaman baru dan pastinya cerita yang akan kami dapatkan. Puang Iding termasuk sosok yang tidak pernah henti memberikan kami motivasi hidup untuk terus maju. Motivasi agar selalu punya semangat untuk hidup agar menjadi lebih baik.

Itu yang saya tangkap setiap kedatangan Puang Iding dan Tante Mien di tengah-tengah kami. Banyak interaksi saya dengan Puang Iding dan Tante Mien yang sangat berkesan. Tidak hanya kesan tapi juga sebagai tempat saya belajar memaknai hidup.

Kesyukuran saya, generasi saya, G, masih bisa bertemu dengan Puang Iding. Semoga G bisa belajar.

Banyak peran Puang Iding dan Tante Mien yang turut memberikan warna dalam perjalanan hidup saya. Mulai dari kecil, hingga saya menulis cerita ini, Senin (29/09/2009). Ada bagian yang saya anggap luar biasa yang juga menjadi alur cerita keberadaan G di dunia ini.

Saat pacaran dengan Bunda dulu, Puang Iding dan Tante Mien sudah memberikan dukungan kepada kami. Pernah suatu waktu malah Puang Iding langsung memberikan kunci mobil kepada saya. ”Antar dia pulang sampai di rumahnya,” kata Puang Iding saat Bunda dari rumah dan mau pulang. Tidak hanya itu, Tante Mien, kayaknya sudah punya firasat kalau perempuan berkulit hitam manis dan suka mojjo itu bakal jadi istri saya dan Bunda G.

Tanda-tanda Tante Mien merestui hubungan kami sangat terlihat. Malah, Tante memberikan motivasi besar kepada Bunda. ”Nanti kalau kamu nikah sama Ide, insya Allah saya datang,” janji tante kala itu.

Janji yang menjadi motivasi kapada kami. Dan beliau penuhi janjinya. Saat kami menikah yang kala itu bersamaan dengan nikahnya Puang Ile dan Puang Yus, beliau datang.

Setelah kami menikah, saya ada rencana tidak langsung memboyong Bunda ke Batam. Puang Iding dan Tante Mien kembali memberikan andilnya. Beliau menyarankan agar saya langsung membawa bunda. Sebagai prolog mereka menceritakan perjalannya di Kalimantan yang dimulai dari nol.

Intinya dia mengatakan, Saya dan Bunda harus memulai segala sesuatunya secara bersama. Sepahit apapun karena itulah nanti yang akan menentukan perjalanan hidupmu ke depan. Bunda harus tau kondisi riil saya di Batam. Berbekal motivasi itu, dengan basamalah, Bunda langsung saya boyong ke Batam.

Peran yang tidak kecil jika dalam perjalanan hidup G. Yah…banyak pelajaran yang saya ambil dari beliau berdua.

Lebaran kali ini pastinya akan lebih colour full, indah, berkesan, menyenangkan, heboh, dan luar biasa.

Selamat mudik yah G. Jangan sia-siakan kesempatan bersama Puang Iding, Tante Mien, Puang Aga, dan Puang Puput. Saya yakin, masih banyak pelajaran hidup yang bisa G ambil dari beliau.

Selamat datang Puang Iding. Laksana Bintang Kejora bersinar terang dalam relung hati kami. Suka cita kami terpancar dalam binar mata bahagia menyambut beduk Lebaran 1 Syawal 1429 H. Kebahagiaan akan semakin sempurna dengan berkumpulnya Pasukan Sembilan. Alhamdulillah.

~ oleh Andi Galang Arzachel Pasinringi Pasinringi pada September 29, 2008.

Satu Tanggapan to “Puang Iding Datang, G Mudik”

  1. si G emang nggak pangling, tapi yang pangling itu daeng mumut. Pas lihat Bunda buka jilbab, jreeng… mumut kaget banget.
    “Itu bunda yah…?”
    Bunda tambah cantik lho… kayak artis jaman 80-an (sssttt… ini bukan sindiran kok puang Didho… tapi pujian)
    Oh.. Yah kok sekarang G tambah gondrong sih… Kok cuma Bunda aja yang cukuran, tapi G nggak? N G kayaknya lagi diet ketat yah… kuyusss… kacian… Mama puang sampai melontarkan komen juga, kalau si G emang lagi ramping… Kayak daeng Didinnya yang kurus buanget…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: