G Rela Tinggalkan ”Kerajaan”

Mama Aji dan Nenek Aji Datang

Selasa (23/8/2008) dini hari G tidur dengan begitu nyenyak dengan posisi yang sangat berbeda dari malam-malam sebelumnya. G tidur di kasur meninggalkan ayunannya. Apakah gerangan yang membuatnya rela meninggalkan ”kerajaan” nya.

Seperti biasanya, saya pulang ke rumah saat dini hari. Pemandangan yang begitu berbeda. G tiur dengan pulasnya di samping Mama Aji. Satu tangan Mama Aji memeluk G. Saya tau sekarang, ternyata G rela meninggalkan ayunannya karena betah dalam pelukan Mama Aji.

Kasih sayang yang begitu luar biasa memang senantiasa diberikan Mama Aji kepada G. Begitu juga sebaliknya, G tampaknya begitu dekat dengan Mama Aji. Mama Aji bersama Nenek Aji memang datang dari Bone untuk menengok cucu kesayangannya. Meski itu bukan agenda utama, tapi menjadi sangat penting.

Kedatangan mereka merupakan yang pertama kalinya sejak kami pindah dari Antang ke Delta Mas. Selama kedatangannya, G senantiasa tidur di samping Mama Aji. Selama itu pula saya lihat G begitu ceria. Dia sangat gembira.

Hingga hari dimana G harus kembali bersedih. Mobil jemputan ke Bone sudah datang dan siap membawa Mama Aji dan Nenek Aji pulang ke Bone. G tidak bisa menyembunyikan kesedihan. Tangis menjadi pelampiasan.

Saat mengantar Mama Aji, G seakan tidak ingin lepas dalam pelukan. ”Nanti saya datang lagi,” kata Mama Aji pada G. Yah, Mama Aji harus pulang dan G akan kembali tidur di ayunannya.

~ oleh Andi Galang Arzachel Pasinringi Pasinringi pada September 8, 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: