Turun Dari Ayunan

USIA G waktu itu masuk bulan ke delapan. Pagi hari, G masih tidur di ayunannya. Bunda sedang mencuci pakaian di belakang rumah. Saya dititipkan bunda untuk menjaga G yang sedang tidur. Tapi, mata tidak bisa diajak kompromi. Walhasil, saya tertidur.

Lagi enaknya saya tertidur, bunda yang sudah selesai mencuci, kaget melihat G bermain sendiri. Sementara saya sedang pulas tertidur. Bunda tanya, kenapa G cepat sekali bangunnya. Pastinya saya tidak bisa menjawab. Masalahnya saya tidur. Kebiasaan bunda, pasti gondok kalau G Cuma tidur sebentar.

Dia tanya lagi, siapa yang kasi turun G dari ayunan. Pastinya saya tidak tau. Saya kan tidur. Bunda mulai heran. Hari itu kami terpaksa melakukan percobaan untuk menjawab kenapa G bisa turun dari ayunan. G dimasukkan kembali dalam ayunan. Dengan mudah, G bisa menurunkan kakinya dan bergerak memegang ayunan untuk turun.

Ternyata sudah bisa turun. Kami gembira dengan kemajuan itu, tapi disisi lain kami juga cemas. Berbahaya karena sewaktu-waktu bisa saja G mau turun sendiri dan terjadi sesuatu. Apalagi nanpaknya G cukup berani.

Kesimpulan kami hari itu, G turun sendiri. Untung dia tidak jatuh. Pastinya kami akan lebih kerja keras lagi. Saya tidak boleh tertidur.

~ oleh Andi Galang Arzachel Pasinringi Pasinringi pada September 7, 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: