Tahan Sakit

Insiden Jatuh dari Kereta

KAMI awalnya heran, kenapa G kalau disuntik saat imunisasi, tangisnya tidak seperti anak-anak yang diimunisasi lainnya. Kalau disuntik, G hanya berteiak satu kali. Setelah itu berhenti. Kalau anak lain, nangis sejadi-jadinya.

Pengalaman itu terus berulang. Kami heran, anak ini tahan sakit atau bagaimana. Pengalaman kalau dia jatuh atau terjepit, nangisnya hanya sebentar. Pernah G mengalami insiden, terbalik dari keretanya di teras rumah.

Posisi kereta terbalik, G berada di bawahnya dengan kepada menempel di tembok. Pastinya dia nangis. Setelah saya gendong sebentar, berhenti. Begitu juga waktu dia terjatuh dari kursi. Sampai garis karpet rotan berbekas di dahinya. Tapi, nangisnya hanya sebentar.

Kemarin, 29 Desember 2007, dia mengigit botol tempat kayu putih. Seperti kebiasannya dia suka membuka botolnya. Entah kenapa, kemarin, turup botol itu mungkin mengenai gusinya sampai berdarah.

G nangis. Tapi, sebentar saja berhenti. Apakah dia kapok? Tidak. Ternyata, dia tidak kapok untuk mengulang.

Alhamdulillah, kalau dia melakukan kesalahan, sampai berakibat fatal, sepertinya dia belajar. Seperti kalau berdiri, pegangan terlepas dia jatuh. Bukannya dia tidak mau mencoba lagi, tapi G akan lebih hati-hati. Atau kalau dia berdiri, trus tidak bisa kembali duduk, dia pasti minta bantuan dengan berteriak. Kalau perlu menangis. Mungkin karena dia tidak mau jatuh lagi kali yah?.

~ oleh Andi Galang Arzachel Pasinringi Pasinringi pada September 7, 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: