Jagonya Puang Ani

Bonceng Tempat Tidur

(Sebelumnya saya mohon maaf, tapi kisah ini harus saya ceritakan kepada G)

DARI mana Puang Ani dapat pengetahuan sedetail itu mengenai ibu hamil, melahirkan, sampai merawat anak?

Sejak Bunda hamil, uang Ani yang paling sering memberikan masukan bagaimana perlakuan ibu hamil terhadap kandungannya. Dari teori A sampai Z seakan semua diketahuinya.

Saya yang merasa punya pengetahuan lebih mengenai itu karena saya pernah meliput topik itu, seolah ada saja yang terlewat atau kalah dari pemahaman Puang Ani.

Saya banyak dapat ilmu mengenai kehamilan, perlakuan ibu hamil, sampai merawat bayi itu dari dokter ahli karena liputan. Karena saya yang nulis, pastinya saya paham dong. Kalau Puang Ani dapat dari mana?

Bicara soal pengalaman (minta maaf lagi), sampai G lahir Puang Ani belum punya anak. Tentunya tidak punya pengalaman dong. Tapi kenapa dia lebih tau dan paham?

G mau tau jawabannya? Tanya sendiri sama Puang Ani.

Saya hanya mau menceritakan bagaimana Puang Ani begitu menyangi G sejak dalam kandungan. Dengan penuh perhatian Puang Ani selalu memberikan saran dan masukan bermanfaat kepada Bunda. Tujuannya pasti adalah bagaimana G bisa lebih sehat.

Siapa orang yang paling pertama memberikan G hadiah? Jawabannya adalah Puang Ani. Sekitar sebulan sebelum kelahiran G, puang Ani sudah mempersiapkan apa yang akan diberikan pada ponakannya.

Hingga suatu hari, dia datang dengan membonceng satu bungkusan besar. Ternyata itu adalah tempat tidur untuk G. Tempat tidur bulat warna kuning lengkap dengan kelambunya.

Sempat saya bilang, “Semangat sekali ki Puang Ani. Sampai di bonceng sendiri.”

Setiap akan lahir ponakan saya mungkin berperasaan sama dengan Puang Ani. Dia gembira menyambut G. tetapi, keyakinan saya, Puang Ani jauh lebih gembira menyambut G dibandingkan saya menyambut ponakan. Saya tidak tau alasannya.

Tidak henti, Puang Ani selalu memberikan masukan. Mulai dari asupan gizi, persiapan persalinan, hingga merawat bayi. Perhatian itu selalu ditunjukkan sampai malah G lahir.

Setiap kali ke Jalan Titang, dia pasti menculiknya ke gardu. Dia bikinkan ayun, dikasi mainan, sampai semuanyalah. Yang penting G mau digardu

“Jangan dikasi begitu, nanti anaknya begini. Bagusnya dikasi begini karena efeknya bagus. Sini saya,” kata Puang Ani kalau memberikan petuah.

Pastinya, itu adalah rejeki yang harus saya syukuri. Harapan saya sih, Puang Ani tidak berubah, tetap sayang sama G

~ oleh Andi Galang Arzachel Pasinringi Pasinringi pada September 7, 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: