Ajiiiiii ….

Kata Pertama G

ITULAH kata pertama yang bisa diucapkan G. Kata itu meluncur dari mulut G bukanlah tanpa sebab. Nah, penyebabnya inilah yang mau saya ceritakan. Dari pertama lahir hingga G bisa berceloteh, sebagian besar waktunya ada di Jalan Husain Jeddawi, rumah Bapak Aji dan Nenek Aji.

Dilingkungan itu, memang banyak sekali haji, sehingga panggilan aji mungkin melekat dalam memori G. Mulai dari Bunda memang sudah hajah, adik Bunda, Bapak Aji, Mama Aji, Nenek Aji, saudara Mama Aji. Wah..memang banyak sekali aji yah…

Itu mungkin alasan pendukung. Tapi, saya yakin bukan itu yang menjadi alasan utama. Alhamdulillah, G mendapat perhatian lebih dari Mama Aji. Sejak pertama, Mama Aji seakan mencurahkan segala perhatiannya kepada G melebihi perhatian kami.

Intinya, yang paling sibuk mengeloni G adalah Mama Aji. Mulai dari tetek bengek memandikan sampai tidurnya, semua sama Mama Aji. Saya sempat protes sama Bunda karena G seakan jadi anak nenek. Tapi, kalau saya pikir lagi, salah juga saya. G kan cucunya, jadi wajarlah.

Kalau di Jalah Husain Jeddawi, tempat tidur G malah tidak di kamar lantai dua, tempat tidur kami. G pindah ke lantai satu di kamar Mama Aji. Bahkan, jika tidur di lantai dua, subuh-subuh kalau G terjaga, Mama Aji pasti “menculik” G. Kasih sayang berlimpah dari Mama Aji itulah yang saya pikir kenapa G sangat dekat dengan nenek.

Saya pernah membaca kalau olahraga bayi adalah menangis. Hanya sayang, kalau di Jalan Husain Jeddawi itu tidak bisa dilakukan karena kalau G nangis sedikit, pasti langsung diambil sama Mama Aji. Itulah Mama Aji.

Dari gambaran kedekatan G dengan Mama Aji saya tersadar bahwa benar kalau cinta seorang ibu itu sepanjang jalan. Setelah anaknya akan berlanjut ke cucu.

Bercerita soal Mama Aji, saking sayangnya sama G, Mama Aji terpaksa membeli mesin cuci baru karena mesin cuci lama sering ngadat. Namanya bayi, pasti banyak popok, sarung, dan pakaian kotornya. Jadi ibarat kata, kalau di Jalan Husain Jeddawi, G tidak hanya menjadi anak kami, tapi anak Mama Aji (saudara sama Bunda dong, hehehe….).

Ajiiii, Ajiiii, Ajiii…..

~ oleh Andi Galang Arzachel Pasinringi Pasinringi pada September 7, 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: