Batam – Makassar

Hijrah

BELUM lagi G lahir, anak saya tercinta sudah mengalami pengalaman hidup luar biasa. Hijrah. Pindah dari Batam ke Sulawesi Selatan. Lebih tepatnya pulang kampung. Apa alasan sebenarnya sampai saya harus meninggalkan Batam, Tribun Batam dengan pulang kampung.

Ada banyak alasan. Tapi, biarlah alasan kepindahan kami, saya dan Bunda, dari Batam ke Makassar kami simpan berdua. Kami berjanji akan menceritakan pada G suatu hari nanti.

Malam tanggal 27 November 2006, kami harus keluar rumah untuk berbicara serius. Dari pembicaraan kami, saya yakin G merasakan pergulatan pemikiran kami saat itu karena kandungan bunda kala itu memasuki bulan ketujuh, memutuskan untuk pulang kampung. Kami harus hijrah meninggalkan Batam.

Tanggal 30 November 2006 kami meninggalkan Batam menuju Makassar. Pertama kalinya G Naik pesawat. Sepanjang perjalanan, Bunda terlihat rajin mengelus G. “Tidak banyak goyang,” kata Bunda.

G seakan mengerti kalau saat itu kami dalam perjalanan jauh. Perjalanan itulah yang saya yakini akan membawa perubahan besar dalam hidup kami selanjutnya. Bertiga kita harus melalui hidup dengan harapan yang lebih besar. Meski di depan kami masih terlihat kosong.

~ oleh Andi Galang Arzachel Pasinringi Pasinringi pada September 6, 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: