taggappo’

•Agustus 26, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

G63beberapa hari belakangan ini G suka sekali taggappo’ atau kejedut. kebiasaan G berlari masih menjadi masalah utama yang sering membuatnya terjatuh. kalau saya perhatikan, betuil yang dibilang puang pipa, kalau G lari agak aneh. suka menjinjit.

sehabis mandi,  belum lagi badanya kering G sudah lari-lari ke sana ke mari.selain karena gaya larinya yang memang kurang membuat dia mantap berpijak, ditambah lagi lantai yang licin. jadilah dia sering terjatuh.

kamis (20/8/2009) dia taggappo’ lagi di dinding waktu nonton di depan tivi. waktu itu G bermain bersama mama aji di depan tivi. dari dalam kamar dia langsung lari dan mengempaskan badannya di atas kasur depan tivi.

ternyata perkiraannya salah, kepalanya tidak pas di atas bantal, tapi kelebihan sampai membentur dinding. tangis keras pastinya terdengar disertai benjolan di kepala. seperti biasanya, G tidak terlalu lama menangis, setelah itu tenang lagi dan kembali bermain.

G-BUNDA-13hari minggu (22/8/09) ini insiden yang paling membuat saya panik. waktu menjelang buka puasa, lagi masak di dapur. dia ngotot mau melihat bunda masak. saya pun menurutinya dengan memberikan dia kursi supaya bisa berdiri di dekat tempat masak.

ternyata G terlalu bersemangat mengintip masakan yang ada dalam panci sehingga pijakan kursi di lantai bergerak mundur. nah, jadilah keseimbangan G tak terkendali dan jatuh.

yang membuat panik, G terjatuh dari atas kursi ke lantai dengan posisi membelakang. kepalanya lagi terbentur di lantai. saya liat dia sangat trauma dan menangis keras. bunda pastinya panik.

bunda periksa kepalanya alhamdulillah tidak ada masalah. tidak benjolan. padahal saya perkirakan, melihat tingginya G jatuh dan posisi jatuhnya kemungkinan parah sekali. G-MAKAN-6

setelah saya berusaha rekonstruksi, saya perkirakan waktu G jatuh, dia masih sempat berpegangan di pantri sehingga jatuhnya tidak langsung ke lantai. masih ada sedikit penahan.

G hati-hati yah. sampai ayah pernah bilang sama bunda, kayaknya G ini selebor sampai dia suka jatuh.

pernah juga kejadian, G bayangkan dirinya balap pakai mobil-mobilannya. ban depannya diangkat ke atas bantal. karena dia tidak bisa mengendalikan tarikan tanganya yang terlalu kuat pada stir mobilnya, jadinya terjungkal.

kayakanya kami harus lebih hati-hati menjaga G.

Halau Bau Mulut Selama Puasa

•Agustus 26, 2009 • 1 Komentar

Ada caranya untuk mengurangi bau mulut tidak sedap. Simak tips berikut!

Rabu, 26 Agustus 2009, 12:10 WIB / Petti Lubis
PUASA-BEBAS BAU MULUTVIVAnews – Bau mulut tak sedap memang bisa menjadi salah satu gangguan selama berpuasa. Kondisi ini terjadi, karena kita tidak mengonsumsi makanan dan minuman selama berjam-jam dan otomatis mulut berbau.

Meningkatnya masalah bau mulut selama berpuasa, menurut dr. Handrawan Nadesul, penulis buku ‘Sehat Itu Murah’, disebabkan oleh berkurangnya produksi air liur, akibat asupan air yang masuk ke dalam tubuh berkurang. Padahal, air liur mengandung zat-zat khusus yang memegang peranan penting dalam menjaga kesehatan rongga mulut dan menekan bau.

Ingin mengurangi gangguan kesehatan ini? Simak tips berikut!
_ Sebelum berpuasa, periksakan diri ke dokter gigi.
- Sehabis sahur dan sebelum tidur, bersihkan rongga mulut dengan menggosok gigi dan lidah dengan perlahan.
- Gunakan obat kumur untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan karang gigi baru. Dalam hal ini obat kumur bisa diganti dengan campuran setengah sendok teh baking soda dan setengah sendok teh garam dalam satu cangkir air panas.
- Setelah berbuka, minumlah air putih sebanyak-banyaknya untuk meningkatkan produksi air liur.
- Hindari makanan berbau tajam seperti bawang putih, petai, atau jengkol. Makanan tersebut sebaiknya tidak dikonsumsi sebab aroma makanan itu akan diserap oleh darah dan dikeluarkan melalui napas. Kalau memang sangat ingin makan, sebaiknya dikonsumsi saat berbuka saja, jangan waktu sahur.
• VIVAnews

sakit kok gantian sih, setelah G, bunda

•Agustus 26, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

BUNDA-1wah, masalah ini, setelah G yang sakit,  sekarang gantian bunda yang sakit. sisi baiknya karena tidak bersamaan, kalau bersamaan ayah bisa repot.

demam G sudah mulai agak mendingan hari ini, tapi kenapa bunda yang terkapar. di kamar, saya liat bunda berselimut tebal dan terbaring di ranjang. beberapa kali terlihat G datang menganggu, hanya dibalas dengan nada lemah suara bunda.

G demam dan katanya badannya sakit semua. jadilah saya bermain sama G di depan tivi, tapi dasar G, dia selalu saja menganggu bundanya. mengajak bermain.

bunda terkapar di hari kedua puasa, minggu (23/8/2008). sebelum ke kantor tadi pagi saya berpesan sama bund akalau memang kondisinya tidak memungkinkan, tak usah puasa. apalagi kesehatan G belum fit benar.

menjelang buka puasa, bunda mengirimkan pesan memohon maaf kalau hari itu dia tidak sempat membuat menu spesial berbuka. ayah bilang tak masalah karena di dalam kulkas masih banyak bahan yang bisa dioleh dan tinggal campur. salah satu kelebihan bund ayang selalu memersiapkan segala kebutuhan.

barongkoapalagi kan masih ada barongko dan es buah. masih mantaplah. hari itu saya pulang berbuka ke rumah sekalian mau memastikan kondisi bunda dan G. hari itu kami buka puasa bersama, namun saya liat kondisi bunda masih kurang fit.

alhamdulillah, kondisi G mulai membaik sehingga tidak rewel lagi. mudah-mudahan gilirannya sudah selesai, jangan sampai ke ayah (hehehe…)

G demam

•Agustus 21, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

G-BARU-1pukul 03.00 wita, jumat (21 agustus 2009) ayah dengar G sulit terlelap. beberapa kali ayah dengar G rewel. ternyata, dini hari itu demam G bertambah tinggi yang membuatnya sulit tertidur.

beberapa kali mama aji, yang kemarin datang dari bone, coba menenangkan, tapi tak juga berhasil. G tetap saja rewel. seperti kebiasaanya, jika terjaga dari tidur dia pasti minta keluar di depan tivi.

baring di depan tivi ayah liat G sudah mulai agak tenang. mata bunda yang sudah terlihat mengantuk dan kelelahan coba ditahannya. beruntung G tidak menolak kala ditawari minum obat penurun panas. hanya sayang G menolak dikompres.

hingga pak satpam memukul tiang listrik empat kali, G belum juga bisa tertidur pulas. bunda terus mengelus G untuk memberikan ketegangan. bunda bilang, G demam karena beberapa hari ini G banyak “kunjungan”. selain ke baruga, sebelumnya G ikut ayah ke kantor sampai sore, terakhir kemarin ikut sama bunda dan mama aji ke baruga, jenguk ade bayi, dilanjutkan ke pasar sentral.

rankaian show G membuatnya drop yang memang beberapa hari terakhir ini kondisinya tidak fit karena sudah terserang flu.

dini hari itu tuhan menguji kesabaran kami. anak kami tercinta membutuhkan belaian dan perhatian. hingga pagi harinya, kondisi G masih terlihat sangat lesu dan loyo. baru kali ini G sakit sangat terlihat lesu. biasanya sakitnya tidak diperhatikan.

malas makan dan maunya hanya berbaring di depan tivi. disuapi sama mama aji G hanya memapu makan beberapa sendok. setelah itu menolak. satu keuntungan kami karena G tergolong tidak terlalu kesulitan saat harus meminum obat.

sebelum berangkat ke kantor, saya liat G tergolek di depan tivi. alhamdulillah G sudah tidur. mudah-mudahan G bisa istirahat yang cukup.

maaf kami anakku karena tidak memerhatikan kondisimu. mudah-mudahan besok kami bisa lebih awas melihat perkembangan dan situasinya.

hari ini, terpaksa ayah berangkat ke kantor tanpa pelukan hangat, cium pipi, lambaian tangan, dan cium jauh G. “ayah mau kerja cari uang, beli susu yah? hati-hati ayah,” begitu selalu pertanyaan dan pesan G yang selalu menjadi penyemangat ayah setiap hari.

cepat sembuh yah G

Ternyata ……. Hidup ini sederhana

•Agustus 15, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

That’s why ….. DON’T BE too calculative in life
Ternyata… Hidup Ini Sederhana…

Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut.

Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik .

—- 000 —–

Ada seorang anak menjadi murid di toko sepeda. Suatu saat ada seseorang yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tsb. Selain memperbaiki sepeda tsb, si anak ini juga membersihkan sepeda hingga bersih mengkilap.

Murid-murid lain menertawakan perbuatannya. Keesokan hari setelah sang empunya sepeda mengambil sepedanya, si adik kecil ditarik/diambil kerja di tempatnya. Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah, cukup punya inisiatif sedikit saja.

—- 000 —–

Seorang anak berkata kepada ibunya: “Ibu hari ini sangat cantik.” Ibu
menjawab: “Mengapa?” Anak menjawab: “Karena hari ini ibu sama sekali tidak marah-marah. ” Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah, hanya perlu tidak marah-marah.

—- 000 —–

Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di sawah. Temannya berkata: “Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja keras, Tanamanmu tetap akan tumbuh dengan subur.” Petani menjawab: “Aku bukan sedang memupuk tanamanku, tapi aku sedang membina anakku.” Ternyata membina seorang anak sangat mudah, cukup membiarkan dia rajin bekerja .

—- 000—–

Seorang pelatih bola berkata kepada muridnya: “Jika sebuah bola jatuh ke dalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?”
Ada yang menjawab: “Cari mulai dari bagian tengah.”
Ada pula yang menjawab: “Cari di rerumputan yang cekung ke dalam.”
Dan ada yang menjawab: “Cari di rumput yang paling tinggi.”

Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat: “Setapak demi setapak cari dari ujung rumput sebelah sini hingga ke rumput sebelah sana .”
Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup melakukan segala sesuatunya setahap demi setahap secara berurutan, jangan meloncat-loncat.

—- 000 —–

Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir jalan:
“Tempatmu terlalu berbahaya, tinggallah denganku.”
Katak di pinggir jalan menjawab: “Aku sudah terbiasa, malas untuk pindah.”
Beberapa hari kemudian katak “sawah” menjenguk katak “pinggir jalan”
dan menemukan bahwa si katak sudah mati dilindas mobil yang lewat.
Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri, cukup hindari kemalasan saja.

—- 000 —–

Ada segerombolan orang yang berjalan di padang pasir, semua berjalan dengan berat, sangat menderita, hanya satu orang yang berjalan dengan gembira.
Ada yang bertanya: “Mengapa engkau begitu santai?”
Dia menjawab sambil tertawa: “Karena barang bawaan saya sedikit.”
Ternyata sangat mudah untuk memperoleh kegembiraan, cukup tidak serakah dan memiliki secukupnya saja.

Tavinur Syamsudin prootda@gmail.com (fisip_unhas@yahoogroups.com)

kelebihan indra kita yg tidak kita sadari…

•Agustus 15, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

G72Ini hasil risetnya :
(baca saja, ini bukan salah ketik)
Menuurt sbeauh penilitean di Cmabrigde Uinervtisy, tdaik mejnadi maslaah bgaimanaa urtaun huurf-huurf di dlaam sebauh ktaa, ynag palngi pnteing adlaah leatk hruuf partema dan terkhair itu bnaer. Ssianya dpaat brantaaken smaa skelai dan kmau maish dpaat mebmacanya tnpaa msaalah. Hal ini kerana oatk masunia tdaik mambeca seitap huurf msaing-msaing, tatepi ktaa kesuleruhan
Manejkubakn naggk?

Mira amelia K89
e-mail : Amel_1606@yahoo. com
http://us.mg2.mail.yahoo.com/ya/download?mid=1%5f342009%5fAPgnvs4AAOagSPMyBQa9jUBkY%2b0&pid=1.2.2&fid=kosmik%255fuh&inline=1

Gelar Dari Minang

•Agustus 15, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Usman Chaniago, supir camat di Payakumbuh, minta berhenti karena inginmerantau ke Jakarta untuk mengadu nasib.

Mula-mula dia bekerja sebagai tukang kantau di Tanah Abang, setelah dapat mengumpulkan sedikit modal dimulai pula menggelar dagangannya di pinggir jalan di Tanah Abang.

Nasib rupanya memihak kepadanya, beberapa tahun kemudian dia berhasil memiliki kios kain di dalam pasar. Dia pun berkeluarga dan memiliki 2 anak. Bahkan tahun ini dia membangun rumah di Depok, di lingkungan perumahan dosen UI.

Karena tetangganya semua akademisi, macam-macam gelarnya, ada Prof., ada Phd. dll. Usman merasa malu kalau papan namanya tidak tercantum gelar seperti tetangganya.

Dibuatlah papan naman dari perak, dipesan dari Koto Gadang, dengan nama DR.Usman Chaniago MSc.

Ketika ayahnya datang berkunjung, sambil bangga dia bertanya di mana anaknya kuliah, sebab setahu dia, Usman hanya berdagang. Dengan malu-malu Usman menerangkan gelarnya di papan nama, “Nama itu artinyo ‘Disiko Rumahnyo Usman Chaniago Mantan Supir Camat’.” by. Abriadi

Tak Tega

•Agustus 12, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

G5 1Pada suatu hari seorang guru sedang mengajar kepada murid-muridnya. Lalu murid-muridnya pun pada asik mengobrol dan sibuk dengan kegiatan sendiri. Sang guru pun marah karena dia merasa dicuekin oleh murid-muridnya lalu guru pun memulai aksi marah-marahnya.

Guru : “Kalian ini pada ngobrol aja… apa kalian tidak ada yang mau mendengarkan pelajaran ??”

Murid : “Tidak buuu….”  (Sang guru pun makin kesal)

Guru : “Dasar kalian murid-murid bodoh… kenapa kalian bisa masuk ke sekolah ini…???”

Murid : “Karena kami ingin pintar buu..”

Guru : “Kalau begitu siapa yang merasa bodoh berdiri…. biar nanti saya ajar…”  (Murid-muridpun hening karena tidak ada yang merasa dirinya bodoh, tapi tiba-tiba budi berdiri )

Guru : “Bagus Budi, kamu merasa diri kamu masih bodoh yah ??”

Budi : “Tidak bu.”

Guru : “Lalu kenapa kamu berdiri bud ?”

Budi : “Saya tidak tega saja bu ngeliat ibu berdiri sendirian… ..”

Guru : “!!!!!!!!!”

(http://us.mg2.mail.yahoo.com/dc/launch?.gx=0&.rand=5n69ct5te9vji)

Bahaya Perokok Pasif 3 Kali Perokok Aktif

•Agustus 12, 2009 • & Komentar

Konsentrasi racun dalam tubuh perokok pasif lebih besar karena racun tidak terfilter.
Selasa, 23 Juni 2009, 13:18 WIB
Pipiet Tri Noorastuti
(http://kosmo.vivanews.com/news/read/69076-bahaya_perokok_pasif_3_kali_perokok_aktif)

BAHAYA ROKOK-1VIVAnews – Menghirup asap rokok orang lain lebih berbahaya dibandingkan menghisap rokok sendiri. Bahkan bahaya yang harus ditanggung perokok pasif tiga kali lipat dari bahaya perokok aktif.

Setyo Budiantoro dari Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) mengatakan, sebanyak 25 persen zat berbahaya yang terkandung dalam rokok masuk ke tubuh perokok, sedangkan 75 persennya beredar di udara bebas yang berisiko masuk ke tubuh orang di sekelilingnya.

Konsentrasi zat berbahaya di dalam tubuh perokok pasif lebih besar karena racun yang terhisap melalui asap rokok perokok aktif tidak terfilter. Sedangkan racun rokok dalam tubuh perokok aktif terfilter melalui ujung rokok yang dihisap. “Namun konsentrasi racun perokok aktif bisa meningkat jika perokok aktif kembali menghirup asap rokok yang ia hembuskan.”

Racun rokok terbesar dihasilkan oleh asap yang mengepul dari ujung rokok yang sedang tak dihisap. Sebab asap yang dihasilkan berasal dari pembakaran tembakau yang tidak sempurna.

Berikut sejumlah zat berbahaya yang terkandung di sebuah batang rokok:

Tar
- Dalam tubuh manusia, tar memicu terjadinya iritasi paru-paru dan kanker.
- Dalam tubuh perokok pasif, tar akan terkonsentrasi tiga kali lipat dibandingkan dalam tubuh perokok aktif.

Nikotin
- Dalam tubuh manusia menimbulkan efek adiksi atau candu yang memicu peningkatan konsumsi.
- Dalam tubuh perokok pasif, nikotin akan terkonsentrasi tiga kali lipat dibandingkan dalam tubuh perokok aktif.

Karbon Monoksida
- Merupakan gas berbahaya yang dapat menurunkan kadar oksigen dalam tubuh. Pengikatan oksigen oleh karbon monoksida inilah yang kemudian memicu terjadinya penyakit jantung.
- Dalam tubuh perokok pasif, gas berbahaya ini akan terkonsentrasi tiga kali lipat dibandingkan dalam tubuh perokok aktif.

Bahan kimia berbahaya
- Berupa gas dan zat berbahaya yang jumlahnya mencapai ribuan. Di tubuh manusia, bahan kimia berbahaya ini meningkatkan risiko penyakit kanker.
- Dalam tubuh perokok pasif, bahan kimia berbahaya ini akan terkonsentrasi 50 kali lipat dibandingkan dalam tubuh perokok aktif.

BAHAYA ROKOK-2Mengutip hasil kajian WHO, Budi mengatakan, lingkungan bebas asap rokok merupakan satu-satunya strategi efektif untuk memberikan perlindungan bagi perokok pasif.

Penyediaan smoking area juga tak sepenuhnya melindungi para perokok pasif dari bahaya rokok. “Penyediaan smoking area di dalam gedung sama halnya dengan kencing di sudut kolam renang, akan menyatu juga,” ujarnya. “Asap tetap akan menembus ventilasi.”

Data Global Youth Survey tahun 1999-2006, sebanyak 81 persen anak usia 13-15 tahun di Indonesia terpapar asap rokok di tempat umum atau menjadi perokok pasif. “Padahal rata-rata persentase dunia hanya 56 persen,” ujarnya.

Survei tersebut juga menunjukkan, lebih dari 150 juta penduduk Indonesia menjadi perokok pasif di rumah, di perkantoran, di tempat umum, di kendaraan umum. • VIVAnews

Agar Anak Anda Kebal Penyakit

•Agustus 12, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Ikuti kebiasaan sehat yang bisa dilakukan Anda dan buah hati!
Rabu, 17 Juni 2009, 16:23 WIB
Petti Lubis, Mutia Nugraheni
http://kosmo.vivanews.com/news/read/67469-agar_balita_kebal_penyakit

G-EKSPRESI-6VIVAnews – Usia satu hingga tiga tahun merupakan periode emas perkembangan otak anak. Sebagai orangtua Anda tentunya menginginkan perkembangan otak secara optimal dalam periode emas tersebut.

Tetapi perkembangan tersebut bisa terhambat jika anak terkena penyakit yang salah satunya disebabkan oleh kebiasaan yang tidak sehat dan lingkungan yang tidak bersih.

Untuk itu, bagi Anda yang memiliki anak batita (bawah tiga tahun) cobalah untuk lebih menjaga kebersihan. Mulai dari perlengkapannya hingga kebersihan diri Anda.

Ingatlah bahwa si kecil selalu berada di dekat Anda. Jika Anda tidak bersih dan terkena penyakit maka si kecil akan mudah tertular dan pertumbuhannya menjadi tidak optimal.

Salah satu cara paling sederhana untuk menjaga kebersihan adalah selalu mencuci tangan dengan sabun. Cara tersebut memang sederhana, tetapi masih banyak orangtua yang tidak melakukannya. Padahal mencuci tangan dengan sabun adalah cara yang efektif menangkal penyakit.

“Sepuluh jenis penyakit infeksi dapat dicegah dengan mencucui tangan. Salah satunya adalah diare yang sering melanda anak-anak,” kata Handrawan Nasrul, pakar kesehatan saat ditemui dalam diskusi Kemitraan untuk Membangun Generasi Anak Indonesia yang Lebih sehat di Crowne Plaza, Jakarta 17 Juni 2009.

Dan secara medis, mencuci tangan dengan sabun telah terbukti efektif mencegah penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) yang menjadi penyebab kematian utama balita di Indonesia. Bahkan menurut riset di Inggris pada 2007 yang dipublikasikan dalam British Medical Journal, cuci tangan lebih efektif mencegah penyakit flu dibandingkan dengan vaksin.

Selalu cuci tangan dengan sabun, saat sebelum dan sesudah menyuapi si kecil makan. Lalu, setelah si kecil bermain di luar rumah, selalu ajarkan untuk segera mencuci tangan dengan sabun, begitupun setelah selesai dari toilet.

Ajarkan si kecil untuk selalu mencuci tangan agar terbentuk kebiasaan yang sehat dalam dirinya. • VIVAnews