beberapa hari belakangan ini G suka sekali taggappo’ atau kejedut. kebiasaan G berlari masih menjadi masalah utama yang sering membuatnya terjatuh. kalau saya perhatikan, betuil yang dibilang puang pipa, kalau G lari agak aneh. suka menjinjit.
sehabis mandi, belum lagi badanya kering G sudah lari-lari ke sana ke mari.selain karena gaya larinya yang memang kurang membuat dia mantap berpijak, ditambah lagi lantai yang licin. jadilah dia sering terjatuh.
kamis (20/8/2009) dia taggappo’ lagi di dinding waktu nonton di depan tivi. waktu itu G bermain bersama mama aji di depan tivi. dari dalam kamar dia langsung lari dan mengempaskan badannya di atas kasur depan tivi.
ternyata perkiraannya salah, kepalanya tidak pas di atas bantal, tapi kelebihan sampai membentur dinding. tangis keras pastinya terdengar disertai benjolan di kepala. seperti biasanya, G tidak terlalu lama menangis, setelah itu tenang lagi dan kembali bermain.
hari minggu (22/8/09) ini insiden yang paling membuat saya panik. waktu menjelang buka puasa, lagi masak di dapur. dia ngotot mau melihat bunda masak. saya pun menurutinya dengan memberikan dia kursi supaya bisa berdiri di dekat tempat masak.
ternyata G terlalu bersemangat mengintip masakan yang ada dalam panci sehingga pijakan kursi di lantai bergerak mundur. nah, jadilah keseimbangan G tak terkendali dan jatuh.
yang membuat panik, G terjatuh dari atas kursi ke lantai dengan posisi membelakang. kepalanya lagi terbentur di lantai. saya liat dia sangat trauma dan menangis keras. bunda pastinya panik.
bunda periksa kepalanya alhamdulillah tidak ada masalah. tidak benjolan. padahal saya perkirakan, melihat tingginya G jatuh dan posisi jatuhnya kemungkinan parah sekali. 
setelah saya berusaha rekonstruksi, saya perkirakan waktu G jatuh, dia masih sempat berpegangan di pantri sehingga jatuhnya tidak langsung ke lantai. masih ada sedikit penahan.
G hati-hati yah. sampai ayah pernah bilang sama bunda, kayaknya G ini selebor sampai dia suka jatuh.
pernah juga kejadian, G bayangkan dirinya balap pakai mobil-mobilannya. ban depannya diangkat ke atas bantal. karena dia tidak bisa mengendalikan tarikan tanganya yang terlalu kuat pada stir mobilnya, jadinya terjungkal.
kayakanya kami harus lebih hati-hati menjaga G.

VIVAnews – Bau mulut tak sedap memang bisa menjadi salah satu gangguan selama berpuasa. Kondisi ini terjadi, karena kita tidak mengonsumsi makanan dan minuman selama berjam-jam dan otomatis mulut berbau.
wah, masalah ini, setelah G yang sakit, sekarang gantian bunda yang sakit. sisi baiknya karena tidak bersamaan, kalau bersamaan ayah bisa repot.
apalagi kan masih ada barongko dan es buah. masih mantaplah. hari itu saya pulang berbuka ke rumah sekalian mau memastikan kondisi bunda dan G. hari itu kami buka puasa bersama, namun saya liat kondisi bunda masih kurang fit.
pukul 03.00 wita, jumat (21 agustus 2009) ayah dengar G sulit terlelap. beberapa kali ayah dengar G rewel. ternyata, dini hari itu demam G bertambah tinggi yang membuatnya sulit tertidur.
Ini hasil risetnya :
Pada suatu hari seorang guru sedang mengajar kepada murid-muridnya. Lalu murid-muridnya pun pada asik mengobrol dan sibuk dengan kegiatan sendiri. Sang guru pun marah karena dia merasa dicuekin oleh murid-muridnya lalu guru pun memulai aksi marah-marahnya.
VIVAnews – Menghirup asap rokok orang lain lebih berbahaya dibandingkan menghisap rokok sendiri. Bahkan bahaya yang harus ditanggung perokok pasif tiga kali lipat dari bahaya perokok aktif.
Mengutip hasil kajian WHO, Budi mengatakan, lingkungan bebas asap rokok merupakan satu-satunya strategi efektif untuk memberikan perlindungan bagi perokok pasif.
VIVAnews – Usia satu hingga tiga tahun merupakan periode emas perkembangan otak anak. Sebagai orangtua Anda tentunya menginginkan perkembangan otak secara optimal dalam periode emas tersebut.




